Distribusi 159 Hewan Kurban: Polda Kalsel Padukan Ibadah dan Jaga Stabilitas Kamtibmas
Baca dalam 60 detik
- Polda Kalimantan Selatan mengumpulkan 159 ekor hewan kurban, terdiri dari 135 sapi dan 24 kambing, untuk Idul Adha 1447 H.
- Sebanyak 28 ekor sapi dialokasikan khusus untuk tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan yayasan yatim piatu sebagai bagian dari pendekatan sosial kepolisian.
- Kapolda Kalsel mengaitkan kegiatan kurban dengan ajakan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika daerah.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memanfaatkan momen Idul Adha 1447 H untuk memperkuat hubungan dengan warga melalui penyaluran 159 ekor hewan kurban, sebuah langkah yang tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga menjadi instrumen menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik sosial.
Dalam pelaksanaan yang dipusatkan di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalsel, Jumat (29/5/2026), jajaran kepolisian bersama Bhayangkari dan masyarakat sekitar menggelar salat Idul Adha berjamaah yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Kapolda Kalsel, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, secara langsung memantau prosesi tersebut.
Jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun tahun ini mencapai 159 ekor, terdiri dari 135 sapi dan 24 kambing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 sapi dan 16 kambing disembelih di lingkungan Mapolda Kalsel secara bertahap. Sisanya, 28 ekor sapi, didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi, penyaluran hewan kurban merupakan bentuk kepedulian sosial Polri sekaligus upaya mempererat hubungan dengan warga. "Hari ini juga langsung diambil oleh mereka (para penerima)," ujar Kapolda Kalsel usai penyerahan, seperti dikutip dari Media Hub.
Langkah ini memiliki signifikansi tersendiri mengingat Kalimantan Selatan kerap dihadapkan pada dinamika sosial yang kompleks, termasuk potensi gesekan antarkelompok. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam distribusi kurban, Polda Kalsel tidak hanya menjalankan ritual keagamaan tetapi juga membangun jejaring sosial yang dapat diandalkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolda Kalsel secara eksplisit mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan, keikhlasan, dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, Polri mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Pesan ini menjadi relevan mengingat Idul Adha sering kali menjadi momen peningkatan mobilitas dan kerumunan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Bagi pembaca di Indonesia, kegiatan ini mencerminkan bagaimana institusi kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai perekat sosial. Pendekatan semacam ini bisa menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan upaya pemeliharaan keamanan. Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah program serupa akan diadopsi oleh Polda lain di Indonesia, dan sejauh mana efektivitasnya dalam menekan angka gangguan kamtibmas?



