Messi di Ambang Rekor Enam Piala Dunia: Argentina Kandidat Juara Beruntun?
Baca dalam 60 detik
- Argentina datang ke Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan, dengan skuad yang dinilai solid berpadukan pemain senior dan wajah baru.
- Lionel Messi, yang genap 39 tahun, berpeluang mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia secara beruntun.
- Tim asuhan Lionel Scaloni membidik prestasi langka: juara dunia dua kali beruntun, yang terakhir diraih Brasil pada 1958 dan 1962.
Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian jelang Piala Dunia 2026. Sang megabintang, yang kini berusia 39 tahun, dipastikan masuk dalam skuad Argentina yang akan berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kehadirannya tidak hanya memperkuat lini depan Albiceleste, tetapi juga membuka peluang terciptanya rekor baru: belum ada pemain dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Argentina tiba di turnamen ke-23 ini dengan status juara bertahan, setelah menaklukkan Prancis di final Qatar 2022. Kemenangan itu mengakhiri puasa gelar selama 36 tahun. Kini, tim asuhan Lionel Scaloni dihadapkan pada tantangan yang lebih berat: mempertahankan mahkota juara dunia. Catatan terakhir tim yang mampu melakukan hal tersebut adalah Brasil pada era 1958 dan 1962.
Menurut pengamat sepak bola internasional, kekuatan Argentina tidak hanya bertumpu pada Messi. Kombinasi pemain berpengalaman seperti Ángel Di María dan generasi baru seperti Julián Álvarez serta Enzo Fernández membuat skuad ini dinilai memiliki kedalaman yang mumpuni. Scaloni dinilai berhasil membangun fondasi taktis yang fleksibel, mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, kehadiran Argentina selalu menjadi daya tarik tersendiri. Messi memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan pertandingan Argentina kerap menjadi tontonan utama. Jika Argentina mampu melaju jauh, tidak menutup kemungkinan jam tayang laga mereka akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional, mengingat animo masyarakat yang tinggi.
Namun, persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi lebih ketat dibanding edisi sebelumnya. Dengan format baru 48 tim, Argentina harus melewati fase grup yang lebih panjang. Lawan-lawan seperti Brasil, Prancis, dan Jerman juga datang dengan skuad yang diperkuat. Scaloni pun dihadapkan pada dilema: memaksimalkan peran Messi di usia senja atau mulai mengurangi ketergantungan pada sang kapten.
“Argentina memiliki keseimbangan yang baik antara pengalaman dan energi muda. Messi tetap menjadi pembeda, tetapi tim ini tidak lagi bergantung sepenuhnya padanya,” ujar analis sepak bola Amerika Latin, Carlos Martínez, dalam wawancara dengan media olahraga. Menurutnya, kunci keberhasilan Argentina terletak pada soliditas lini tengah dan kemampuan bertahan yang rapi.
Pertanyaan besarnya: mampukah Argentina mengulang sukses Brasil di era 1960-an? Atau justru Messi akan mengakhiri karier Piala Dunianya dengan catatan manis sebagai pemain pertama yang tampil enam kali? Jawabannya akan terjawab mulai Juni mendatang.



