Kejutan di Roland Garros: Sinner Tersingkir, Persaingan Terbuka Lebar
Baca dalam 60 detik
- Unggulan pertama Jannik Sinner tumbang di babak kedua setelah kehilangan energi, membuka peluang bagi para pesaing di Prancis Terbuka.
- Kegagalan Sinner menyusul cedera Alcaraz dan inkonsistensi Djokovic, membuat turnamen pria semakin tidak terduga.
- Di sektor putri, Sabalenka dan Gauff melaju mulus, memperkuat posisi mereka sebagai kandidat kuat juara.
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner harus mengubur mimpinya meraih gelar Grand Slam perdana di Roland Garros setelah tersingkir secara dramatis di babak kedua, Kamis (28/5). Kekalahan dari Juan Manuel Cerundolo, petenis Argentina yang berada di peringkat jauh di bawahnya, tidak hanya mengejutkan publik tetapi juga mengubah peta persaingan turnamen yang semula tampak mudah ditebak.
Sinner, yang datang ke Paris dengan status favorit setelah menjuarai Monte Carlo, Madrid, dan Roma, tampil dominan di dua set pertama. Namun, keunggulan 6-3, 6-2, dan 5-1 di set ketiga sirna begitu saja. Ia kehilangan energi dan konsentrasi, yang diakuinya sebagai dampak dari kelelahan setelah musim tanah liat yang panjang. "Saya merasa pusing dan sangat kekurangan energi. Saya mencoba untuk tetap bermain pendek, tetapi akhirnya menabrak tembok," ujar Sinner usai pertandingan.
Kekalahan ini membuka peluang bagi Novak Djokovic, yang tengah memburu gelar Grand Slam ke-25, serta Alexander Zverev yang masih mencari mahkota mayor pertamanya. Casper Ruud dan Rafael Jodar juga turut diuntungkan. Namun, peluang Ben Shelton langsung sirna setelah dikalahkan Raphael Collignon. Sementara itu, dua petenis Italia lainnya, Matteo Arnaldi dan Matteo Berrettini, justru melaju mulus.
Di sektor putri, Aryna Sabalenka dan Coco Gauff menunjukkan performa meyakinkan. Sabalenka mengalahkan petenis tuan rumah Elsa Jacquemot 7-5, 6-2, sementara Gauff menundukkan Mayar Sherif 6-3, 6-2. Keduanya, bersama Iga Swiatek, menjadi favorit utama untuk merebut gelar. Naomi Osaka juga kembali ke performa terbaiknya dengan mengalahkan Donna Vekic dalam dua set ketat.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan ini menjadi pengingat bahwa ketahanan fisik dan mental sangat krusial di turnamen Grand Slam. Sinner, yang sempat dianggap sebagai penerus Nadal, harus mengevaluasi strategi manajemen energinya. Kegagalannya juga membuka diskusi tentang beban jadwal turnamen yang padat, yang kerap menjadi keluhan para pemain top.
Ke depan, persaingan di Roland Garros semakin menarik. Mampukah Djokovic memanfaatkan peluang ini untuk menambah koleksi gelarnya? Atau akankah Zverev akhirnya memutus puasa gelar mayor? Satu hal yang pasti, turnamen ini masih menyimpan banyak kejutan.



