Anjloknya LRT di Stasiun Chan Sow Lin: Ribuan Penumpang Terlantar, Rapid KL Bergerak Cepat
Baca dalam 60 detik
- Kereta LRT jalur Ampang dan Sri Petaling anjlok di Stasiun Chan Sow Lin akibat kegagalan sakelar rel, mengganggu ribuan penumpang pada jam sibuk.
- Rapid KL mengonfirmasi 25 penumpang di dalam kereta berhasil dievakuasi tanpa cedera, namun gangguan berlangsung hingga sore hari.
- Insiden ini menyoroti kerentanan sistem transportasi publik perkotaan di Asia Tenggara, termasuk pelajaran bagi Indonesia dalam menjaga keandalan moda raya massal.

Ribuan pengguna LRT jalur Ampang dan Sri Petaling di Kuala Lumpur mengalami kekacauan pada jam sibuk pagi setelah sebuah kereta anjlok di Stasiun Chan Sow Lin, memicu gangguan besar yang berlangsung hingga sore hari. Insiden yang dipicu oleh kegagalan sakelar rel ini menjadi pengingat betapa rapuhnya sistem transportasi publik perkotaan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang tengah giat membangun moda raya massal serupa.
Rapid KL, operator LRT ibu kota Malaysia, mengonfirmasi bahwa 25 penumpang berada di dalam kereta saat kejadian. Semua penumpang berhasil dievakuasi sesuai prosedur standar tanpa laporan cedera. Namun, dampaknya meluas: perjalanan dari Sentul Timur dipotong di Pudu setiap empat menit, sementara dari Putra Heights dipotong di Bandar Tasik Selatan setiap enam menit. Penumpang yang menuju pusat kota dialihkan ke Jalur Putrajaya melalui Stasiun Sungai Besi.
Bagi para komuter, pagi itu berubah menjadi mimpi buruk. Heng, seorang penumpang yang menuju Plaza Rakyat, mengaku perjalanannya bertambah 45 menit. โKereta tiba-tiba berhenti, lalu kami disuruh turun. Setelah menunggu, kami diminta pindah kereta setiap beberapa stasiun. Semua berdesakan seperti sarden,โ katanya. Sementara itu, Azhnol, 30, seorang manajer yang hanya mengandalkan LRT, beruntung naik kereta lebih awal. โBiasanya cuma telat, bukan anjlok,โ ujarnya.
Insiden ini tidak hanya menguji kesiapan Rapid KL, tetapi juga memicu pertanyaan tentang keandalan infrastruktur perkeretaapian perkotaan. Di Indonesia, khususnya Jakarta yang mengoperasikan MRT dan LRT, kejadian serupa menjadi pelajaran berharga. Sistem persinyalan dan perawatan rel harus mendapat prioritas untuk mencegah gangguan serupa. Pengamat transportasi menilai bahwa kegagalan sakelar rel, meskipun jarang, dapat dicegah dengan inspeksi rutin dan teknologi pemantauan real-time.
Rapid KL telah mengerahkan kereta antar-jemput di segmen Ampang-Maluri, Maluri-Chan Sow Lin, Bandar Tasik Selatan-Cheras, dan Cheras-Pudu, serta bus gratis antara Hang Tuah dan Cheras serta Pandan Jaya. Namun, bagi pekerja seperti Timothy Chan, 29, gangguan ini memicu kekhawatiran jangka panjang. โKalau layanan masih terganggu minggu depan, saya mungkin beralih ke e-hailing atau minta kerja dari rumah,โ ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keandalan transportasi publik sangat memengaruhi produktivitas dan pilihan moda masyarakat.
Ke depan, insiden ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan jalur LRT di Malaysia. Bagi Indonesia, momentum ini dapat dijadikan referensi untuk memperkuat standar keselamatan dan prosedur tanggap darurat moda raya massal. Akankah otoritas transportasi di kawasan ini belajar dari kejadian serupa untuk mencegah terulangnya gangguan yang melumpuhkan mobilitas jutaan orang?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7438136/original/047766900_1780214462-Ombak_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7426221/original/000804000_1780203290-Calon_Pengantin.jpeg)

