Inter dan Liverpool Makin Dekat Sepakat soal Curtis Jones, Tapi Masih Ada Kendala
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan dan Liverpool terus bernegosiasi untuk transfer gelandang Curtis Jones, dengan selisih harga sekitar β¬5-10 juta.
- Klausul penjualan kembali menjadi poin krusial: Liverpool ingin persentase besar, Inter ingin minimal.
- Jones, yang kontraknya tersisa setahun, menjadi prioritas utama Inter untuk lini tengah musim panas ini.

Inter Milan dan Liverpool dilaporkan semakin mendekati kesepakatan untuk transfer gelandang Inggris Curtis Jones, meskipun masih ada beberapa kendala yang perlu diurai, termasuk besaran klausul penjualan kembali. Pertemuan terbaru antara perwakilan kedua klub di Monte Carlo pada Rabu lalu belum menghasilkan kata sepakat, namun sinyal positif mulai terlihat.
Jones, yang telah membela Liverpool sejak usia sembilan tahun, kini memasuki tahun terakhir kontraknya di Anfield. Pemain berusia 25 tahun itu telah mencatatkan 228 penampilan kompetitif untuk tim utama, termasuk 153 di Premier League. Situasi kontrak ini membuat Liverpool berada dalam posisi yang kurang menguntungkan jika ingin mempertahankannya.
Inter, yang musim ini meraih gelar ganda, sudah mulai merencanakan pergerakan di bursa transfer musim panas. Lini tengah menjadi prioritas utama, dan Jones disebut-sebut sebagai target utama, mengungguli nama lain seperti Manu Kone dari Roma. Sebelumnya, Inter sempat mencoba mendatangkan Jones pada Januari lalu, namun gagal.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Inter bersedia membayar sekitar β¬22 juta, naik menjadi β¬25 juta dengan bonus. Sementara itu, Liverpool tetap bertahan di angka β¬30 juta, bahkan bisa mencapai β¬35 juta. Perbedaan harga ini menjadi salah satu hambatan utama.
Selain harga, klausul penjualan kembali menjadi titik krusial lainnya. Inter ingin menjaga klausul tersebut seminimal mungkin, namun Liverpool menginginkan persentase yang lebih besar sebagai kompensasi jika mereka menurunkan harga jual. Ini menjadi negosiasi yang rumit karena kedua belah pihak memiliki kepentingan yang berbeda.
Bagi pembaca di Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa bernegosiasi di bursa transfer, terutama terkait pemain yang kontraknya hampir habis. Strategi seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain.
Jika kesepakatan tercapai, Jones akan menjadi tambahan signifikan bagi lini tengah Inter yang sudah kuat. Namun, jika gagal, Inter kemungkinan akan beralih ke target lain seperti Manu Kone. Pertanyaannya, apakah Liverpool bersedia menurunkan harga demi menghindari kehilangan Jones secara gratis tahun depan?



