Liverpool Resmi Dekati Iraola: Gaya Sepak Bola Agresif Jadi Syarat Utama
Baca dalam 60 detik
- Liverpool akan memulai negosiasi formal dengan Andoni Iraola pekan ini sebagai calon pelatih kepala baru.
- Manajemen The Reds menginginkan perubahan gaya permainan menjadi lebih agresif dan menekan, setelah musim yang mengecewakan.
- Iraola dianggap sebagai kandidat ideal karena rekam jejaknya membawa Bournemouth finis keenam Premier League dan gaya sepak bola yang mirip era Klopp.

Liverpool akan memulai pembicaraan formal dengan Andoni Iraola pekan ini sebagai langkah awal untuk menunjuk pelatih kepala baru. Keputusan ini diambil setelah The Reds memecat Arne Slot pada Sabtu lalu, hanya setahun setelah ia membawa Liverpool meraih gelar Premier League.
Manajemen Liverpool, yang dipimpin oleh CEO Fenway Sports Group Michael Edwards dan direktur olahraga Richard Hughes, menilai tim membutuhkan gaya sepak bola yang lebih agresif dan menekan. Slot dianggap gagal mempertahankan intensitas permainan yang menjadi ciri khas Liverpool di era Jürgen Klopp. Musim ini, Liverpool finis di peringkat kelima dengan 60 poin—terendah sejak 2015-16 dan terpaut 25 poin dari Arsenal sebagai juara.
Iraola, yang mengumumkan akan meninggalkan Bournemouth pada April lalu, menjadi kandidat utama. Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun itu membawa Bournemouth finis di posisi keenam musim ini—hanya terpaut satu peringkat dan tiga poin dari Liverpool—dan lolos ke Liga Europa. Prestasi tersebut menjadi yang terbaik dalam sejarah klub. Sebelumnya, ia juga dikaitkan dengan Crystal Palace, AC Milan, dan Bayer Leverkusen.
Hubungan antara Iraola dan Hughes menjadi faktor penting. Hughes sebelumnya menjabat direktur teknis Bournemouth saat merekrut Iraola pada 2023, sebelum pindah ke Liverpool pada 2024. Keduanya diyakini memiliki visi yang sejalan dalam membangun tim.
Namun, langkah ini menuai beragam reaksi dari para pendukung Liverpool. Sebagian optimistis bahwa gaya sepak bola Iraola yang agresif dan berintensitas tinggi akan mengembalikan identitas Liverpool seperti era Klopp. Seorang penggemar, Carl, menilai pendekatan ini sebagai "risiko yang layak diambil" karena sepak bola Iraola lebih mendekati apa yang dicintai para fans. Sementara itu, Mez menyebutnya sebagai "keputusan yang tidak perlu dipikirkan lagi" dan menobatkan Iraola sebagai manajer musim ini.
Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa Iraola belum memiliki rekam jejak memenangkan trofi. David berpendapat bahwa Liverpool membutuhkan pelatih dengan pengalaman juara, bukan yang hanya mampu membawa tim ke posisi papan tengah. Paul juga mengingatkan bahwa pelatih dari klub seperti Bournemouth, Brighton, atau Brentford sering kali kesulitan saat pindah ke klub besar. Nama Luis Enrique, yang baru saja membawa Paris Saint-Germain juara Liga Champions, juga disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih aman.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Liverpool memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan perubahan gaya bermain akan berdampak pada cara tim bertanding di kompetisi Eropa musim depan. Selain itu, keputusan Liverpool bisa menjadi tolok ukur bagi klub-klub lain di Asia yang tengah mencari pelatih dengan filosofi sepak bola menekan dan agresif.
Pertanyaan besarnya: apakah Iraola mampu mengelola ekspektasi tinggi di Anfield dan mengembalikan Liverpool ke puncak? Atau justru langkah ini akan menjadi bumerang bagi manajemen yang telah menggelontorkan dana besar? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti—pekan depan akan menjadi momen krusial bagi masa depan Liverpool.



