Arsenal Siapkan Dana Rp1,5 Triliun untuk Julian Alvarez: Langkah Ambisius ke Level Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah mengajukan tawaran perdana senilai £86 juta plus satu pemain untuk Julian Alvarez, namun Atletico Madrid mematok harga minimal £104 juta.
- Alvarez, yang mencetak 20 gol musim ini, dinilai sebagai peningkatan signifikan dibanding Havertz dan Gyokeres, terutama dalam kemampuan membangun serangan.
- Jika transfer ini gagal, Arsenal harus mencari alternatif untuk mempertahankan momentum setelah menjuarai Premier League dan runner-up Liga Champions.

Arsenal tidak ingin berpuas diri setelah musim gemilang yang mengantar mereka meraih gelar Premier League dan menjadi runner-up Liga Champions. Klub asal London utara itu dikabarkan telah melayangkan tawaran perdana senilai £86 juta (sekitar Rp1,5 triliun) plus satu pemain untuk merekrut Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Mikel Arteta untuk membawa timnya ke level yang lebih tinggi, terutama setelah kekalahan pahit di final Liga Champions dari PSG.
Menurut jurnalis Argentina Veronica Brunati, tawaran tersebut sudah disampaikan kepada Atletico, namun kecil kemungkinan diterima. Klub Spanyol itu menginginkan angka yang melampaui £104 juta yang mereka terima saat menjual Antoine Griezmann. Apalagi, Barcelona juga dikabarkan menjadi pesaing serius dan disebut sebagai prioritas Alvarez. Situasi ini menempatkan Arsenal dalam posisi yang harus bergerak cepat dan cerdas, seperti yang diinginkan Arteta dalam pernyataannya usai final.
Keputusan untuk memburu Alvarez bukan tanpa alasan. Meskipun Viktor Gyokeres menjadi top skor Arsenal dengan 21 gol di semua kompetisi, Arteta lebih sering memercayakan posisi striker kepada Kai Havertz di momen-momen krusial. Havertz, yang mencetak gol cepat di final Liga Champions, memang unggul dalam permainan kombinasi, namun produktivitas golnya masih di bawah Alvarez. Pemain Argentina itu mencatatkan 29 gol di musim debutnya bersama Atletico dan 20 gol musim ini—angka yang belum pernah dicapai Havertz dalam satu musim.
Namun, yang benar-benar membedakan Alvarez dari opsi yang ada adalah kemampuannya bermain sebagai false nine. Gaya bermainnya mengingatkan pada Alexis Sanchez: ia tidak hanya haus gol, tetapi juga kreator ulung. Musim ini ia mencatatkan 10 assist, sementara musim terakhirnya di Manchester City ia mengemas 13 assist. Dalam metrik Expected Threat (xT) yang mengukur kontribusi pemain dalam meningkatkan peluang mencetak gol, Alvarez masuk dalam 9% terbaik striker di lima liga top Eropa. Sebagai perbandingan, Gyokeres berada di 20% terendah, sementara Havertz di 50% teratas.
Bagi Arsenal, mendatangkan Alvarez bukan sekadar menambah opsi di lini depan, melainkan upgrade signifikan yang bisa mengubah dinamika serangan. Kombinasi antara kemampuan mencetak gol dan membangun serangan membuatnya ideal untuk sistem Arteta yang mengandalkan pressing tinggi dan rotasi posisi. Dengan Havertz dan Gyokeres yang sudah ada, kehadiran Alvarez akan memberikan fleksibilitas taktis yang lebih besar.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Basis penggemar Arsenal di Tanah Air sangat besar, dan setiap keputusan transfer selalu menjadi perbincangan hangat. Jika Alvarez bergabung, ia akan menjadi pemain Argentina ketiga yang memperkuat Arsenal setelah Nicolas Anelka (meski Anelka berpaspor Prancis) dan tentu saja, legenda seperti David Trezeguet? Tidak, tetapi nama-nama seperti Emiliano Martinez sempat berseragam Arsenal. Namun, yang lebih relevan, kesuksesan Arsenal di bursa transfer bisa berdampak pada peningkatan popularitas klub di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pertanyaan besarnya, akankah Arsenal mampu memenangkan perlombaan melawan Barcelona? Atau, jika gagal, siapa rencana cadangan yang disiapkan? Arteta dan jajaran direksi harus menunjukkan bahwa mereka serius mempertahankan momentum. Jika tidak, rival seperti Manchester City dan Liverpool siap mengambil alih panggung.



