Manchester United dan Rapor Buruk Buruan Serie A: Ederson Jadi Ujian Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan akan merekrut gelandang Atalanta, Ederson, dalam salah satu transfer besar pertama musim panas ini.
- Sejak 2015/16, MU telah mendatangkan belasan pemain dari Serie A dengan hasil yang sangat timpang—dari sukses hingga gagal total.
- Kedatangan Ederson akan menguji kembali kemampuan klub dalam memanfaatkan pasar Italia yang kerap menjadi jebakan bagi The Red Devils.

Manchester United kembali mengincar pemain dari Serie A. Kali ini, gelandang Atalanta, Ederson, menjadi target utama yang dilaporkan hampir rampung. Jika terealisasi, ia akan menjadi salah satu rekrutan pertama yang diresmikan pada bursa transfer musim panas ini. Namun, sebelum mengumumkan kedatangan pemain Brasil tersebut, pantas untuk menengok kembali jejak para pendahulunya yang datang dari liga Italia ke Old Trafford dalam satu dekade terakhir—sebuah koleksi transfer yang penuh warna, namun juga menyisakan banyak tanda tanya.
Sejak musim 2015/16, Manchester United telah mengeluarkan dana lebih dari 600 juta euro untuk mendatangkan pemain-pemain dari Serie A. Angka fantastis itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kontribusi di lapangan. Beberapa nama seperti Paul Pogba (kembali dari Juventus) dan Romelu Lukaku (dari Inter Milan) sempat bersinar, namun banyak pula yang tenggelam, seperti Henrikh Mkhitaryan (AS Roma) atau Alexis Sanchez (Inter, meski status pinjaman). Pola ini menunjukkan bahwa MU kerap tergoda oleh kilau Serie A, tetapi sering gagal mentransfer performa pemain ke Premier League.
Ederson sendiri bukanlah nama asing di Italia. Gelandang berusia 25 tahun itu menjadi andalan Atalanta sejak didatangkan dari Salernitana pada 2022. Ia dikenal sebagai pemain box-to-box dengan energi tinggi, kemampuan merebut bola, dan visi umpan yang baik. Namun, sejarah menunjukkan bahwa adaptasi pemain Serie A ke sepak bola Inggris tidak selalu mulus. Kecepatan permainan, intensitas fisik, dan tekanan di Premier League sering menjadi batu sandungan.
Menurut analis transfer Italia, Matteo Moretto, ketertarikan MU pada Ederson menunjukkan bahwa klub masih percaya pada kualitas Serie A. “Ederson adalah pemain yang sudah matang di Italia. Ia punya pengalaman di Eropa dan bisa bermain di berbagai posisi lini tengah. Namun, Premier League adalah level berbeda. MU harus sabar memberinya waktu,” ujarnya dalam wawancara dengan media olahraga. Moretto juga menambahkan bahwa MU seharusnya belajar dari kegagalan transfer sebelumnya, seperti Angel Di Maria (meski bukan dari Serie A) atau Donny van de Beek, yang juga kesulitan beradaptasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa masih menjadikan Serie A sebagai ladang pemain. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua pemain Italia atau yang bermain di Italia cocok dengan gaya Premier League. Kasus Chris Smalling yang justru bersinar di AS Roma setelah hengkang dari MU menjadi ironi tersendiri. Sementara itu, pemain Asia seperti Takehiro Tomiyasu (Bologna ke Arsenal) membuktikan bahwa pemain Serie A bisa sukses di Inggris jika ditempatkan dengan benar.
Ke depan, keberhasilan transfer Ederson akan menjadi tolok ukur baru bagi kebijakan rekrutmen MU. Jika ia mampu tampil konsisten, pintu bagi pemain Serie A lain untuk bergabung dengan Setan Merah akan semakin terbuka. Namun, jika kembali gagal, Old Trafford mungkin perlu mempertimbangkan ulang strategi berburu pemain dari Italia. Pertanyaan besarnya: akankah Ederson menjadi penerus sukses Bruno Fernandes atau sekadar nama lain dalam daftar panjang pembelian yang mengecewakan?



