Sunderland Incar Gelandang Napoli untuk Gantikan Diarra yang Gagal Bersinar
Baca dalam 60 detik
- Sunderland berencana mendatangkan Frank Zambo Anguissa dari Napoli sebagai solusi lini tengah setelah Habib Diarra gagal memenuhi ekspektasi.
- Anguissa, yang digadang sebagai gelandang underrated di Eropa, menawarkan pengalaman dan ketangguhan fisik yang kurang dimiliki Diarra.
- Napoli membanderol Anguissa £13 juta, namun Sunderland masih ragu memenuhi harga tersebut di bursa transfer musim panas ini.

Sunderland siap bergerak di bursa transfer musim panas ini untuk memperkuat lini tengah setelah rekrutan mahal mereka, Habib Diarra, gagal menunjukkan performa konsisten di Premier League. Klub asal Inggris itu dikabarkan mengincar gelandang Napoli, Frank Zambo Anguissa, sebagai kandidat utama pengisi posisi yang selama ini menjadi titik lemah.
Diarra, yang diboyong dari Strasbourg dengan rekor klub sebesar £27 juta pada musim panas lalu, hanya mampu mencetak empat gol dan lima assist di semua kompetisi. Angka tersebut jauh dari harapan mengingat harga yang dibayarkan. Catatan statistik menunjukkan pemain asal Senegal itu underperform terhadap expected goals (xG) sebesar 1,41 gol dan hanya mencatatkan 0,9 tekel serta intersep per pertandingan—indikasi minim kontribusi dalam merebut bola.
Manajer Regis Le Bris membutuhkan gelandang yang siap tampil maksimal segera, bukan prospek jangka panjang. Diarra, yang baru berusia 22 tahun, masih memiliki waktu untuk berkembang, namun Sunderland tidak bisa menunggu. Mereka membutuhkan pemain berpengalaman yang bisa langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan potensi jadwal padat di Liga Europa.
Frank Zambo Anguissa, 30 tahun, bukanlah nama asing di pentas Eropa. Ia telah malang melintang di Ligue 1, Premier League, Serie A, dan La Liga. Musim lalu, ia menjadi bagian penting Napoli saat meraih Scudetto dengan torehan enam gol dan empat assist. Jurnalis Zach Lowy pernah menjulukinya sebagai "salah satu gelandang paling underrated di Eropa", sebuah label yang masih relevan karena sorotan lebih banyak tertuju pada rekan setimnya, Scott McTominay.
Dari segi fisik, Anguissa unggul jauh dibanding Diarra. Rata-rata 2,3 tekel dan intersep per laga menunjukkan kemampuannya memutus serangan lawan. Keunggulan ini sangat dibutuhkan Sunderland yang kerap kesulitan saat kehilangan bola di area tengah. Le Bris bisa mendapatkan keseimbangan antara kreativitas dan daya gedor yang selama ini kurang.
Namun, kendala finansial menjadi penghalang. Napoli membanderol Anguissa dengan harga £13 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh manajemen Sunderland saat ini. Klub asal Inggris itu dikabarkan enggan mengeluarkan dana sebesar itu untuk pemain berusia 30 tahun, meskipun pengalaman dan kualitasnya tidak diragukan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Sunderland ini menarik untuk diikuti. Jika transfer jadi terealisasi, Anguissa akan menjadi contoh bagaimana klub Premier League memanfaatkan bursa untuk memperbaiki kelemahan taktis. Di sisi lain, kegagalan Diarra juga menjadi pengingat bahwa mahalnya harga tidak selalu menjamin kesuksesan—sebuah pelajaran berharga bagi klub-klub yang gemar membelanjakan uang besar.
Ke depan, keputusan Sunderland akan menentukan nasib mereka di musim 2025/26. Apakah mereka akan memenuhi permintaan Napoli dan memboyong Anguissa, atau mencari alternatif lain yang lebih murah? Yang jelas, Le Bris tidak bisa lagi menunda perbaikan di lini tengah jika ingin bersaing di papan atas Premier League.



