Hattrick Juara Persib: Bojan Hodak Akui Musim Tersulit di BRI Super League
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026 setelah unggul head-to-head atas Borneo FC yang memiliki poin identik.
- Pelatih Bojan Hodak menyebut musim ini sebagai yang terberat dari tiga gelar beruntun karena pergantian besar skuad dan persaingan ketat.
- Keberhasilan ini menjadi hattrick pertama dalam sejarah kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6823184/original/051173900_1779612023-1.jpg)
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa perjalanan meraih gelar juara BRI Super League musim 2025/2026 merupakan tantangan terbesar selama tiga musim terakhir. Dalam wawancara dengan media Malaysia The Star, Hodak mengungkapkan bahwa musim ini jauh lebih sulit dibandingkan dua gelar sebelumnya, terutama karena perubahan besar dalam komposisi pemain.
Persib memastikan gelar juara setelah finis di puncak klasemen dengan 79 poin dari 34 pertandingan, angka yang sama dengan Borneo FC. Namun, aturan head-to-head membuat Maung Bandung keluar sebagai juara. Ini adalah gelar ketiga berturut-turut Persib di era Liga 1/BRI Super League, sekaligus hattrick pertama dalam sejarah kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
Bojan Hodak, pelatih asal Kroasia berusia 55 tahun, menjelaskan bahwa musim ini ia harus merombak total skuad. Dari 31 pemain, 23 di antaranya adalah wajah baru. βDi dua musim pertama kami memiliki tim yang kurang lebih sama. Tahun ini kami benar-benar mengubah skuad, jadi wajar jika mereka butuh waktu beradaptasi,β katanya. Proses adaptasi yang panjang menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan musim ini terasa berat.
Selain faktor internal, persaingan ketat dari tim lain juga menjadi ujian. Borneo FC tampil konsisten dan memaksa Persib bekerja keras hingga akhir musim. Persija Jakarta juga memberikan tekanan meski finis di peringkat ketiga dengan selisih delapan poin. βSaya rasa belum pernah terjadi sebelumnya sebuah tim finis di posisi kedua dengan poin sebanyak itu,β ujar Hodak, merujuk pada performa Borneo FC yang luar biasa.
Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi Persib, tetapi juga menjadi catatan sejarah bagi sepak bola Indonesia. Hattrick juara yang diraih Persib menunjukkan dominasi yang langka di kompetisi yang kerap diwarnai kejutan. Namun, Hodak mengingatkan bahwa mempertahankan konsistensi di level tertinggi bukanlah perkara mudah. βMusim ini kami mengumpulkan poin jauh lebih banyak daripada dua tahun sebelumnya, tapi tetap saja persaingan sangat ketat,β tegasnya.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Persib mampu mempertahankan dominasi mereka musim depan, terutama dengan potensi kehilangan pemain kunci dan tantangan dari tim-tim yang semakin kuat seperti Borneo FC dan Persija.



