Maldini Balas Kritik Cardinale, Buka Peluang ke Fenerbahce
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini menanggapi pernyataan Gerry Cardinale yang menyebutnya sebagai 'one-man show' dengan pernyataan singkat 'itu berbicara sendiri'.
- Legenda AC Milan itu mengakui telah bertemu dengan kandidat presiden Fenerbahce, Hakan Safi, dan tidak menutup kemungkinan bergabung sebagai direktur teknis atau konsultan.
- Keputusan Maldini untuk kembali ke sepak bola akan bergantung pada hasil pemilihan presiden Fenerbahce, sementara peluang kembali ke Milan tertutup.

Paolo Maldini, legenda sepak bola Italia, akhirnya angkat bicara mengenai kritik yang dilontarkan oleh pemilik AC Milan, Gerry Cardinale. Dalam sebuah acara PR untuk Sky Inclusion Days, ia menanggapi pernyataan Cardinale yang menyebutnya sebagai 'one-man show' dan tidak cocok dengan budaya tim. 'Menurut saya, itu sudah berbicara sendiri,' ujar Maldini singkat, seperti dikutip Tuttomercatoweb.
Pernyataan itu muncul setelah Maldini dipecat secara mengejutkan dari posisi direktur teknis AC Milan pada musim panas 2023. Sejak saat itu, ia mengambil waktu istirahat untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam kariernya. Meski sempat disebut-sebut akan kembali ke San Siro, Cardinale selaku pimpinan RedBird Capital telah menutup pintu tersebut. Kritik Cardinale dinilai sebagai bentuk ketidakcocokan gaya kerja Maldini yang dianggap terlalu dominan.
Namun, Maldini tidak tinggal diam. Ia mengisyaratkan bahwa masa depannya mungkin tidak lagi di Italia, melainkan di Turki. Beberapa pertemuan telah dikonfirmasi terjadi antara Maldini dan Hakan Safi, salah satu kandidat presiden Fenerbahce. 'Dia adalah teman dan salah satu kandidat presiden. Kita lihat saja apa yang terjadi jika dia memenangkan pemilihan,' kata Maldini, membuka kemungkinan peran sebagai direktur teknis atau bahkan konsultan di klub raksasa Istanbul tersebut.
Keputusan Maldini untuk meninggalkan Italia cukup mengejutkan, mengingat ia sebelumnya berulang kali menyatakan tidak akan bekerja di sepak bola Italia jika bukan untuk Milan. Namun, peluang di Fenerbahce menawarkan tantangan baru. Klub yang bermarkas di Istanbul itu dikenal ambisius dan memiliki basis suporter fanatik. Bagi Maldini, ini bisa menjadi ajang pembuktian bahwa ia mampu sukses di luar bayang-bayang AC Milan.
Dari sudut pandang Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Sepak bola Turki memiliki penggemar setia di Indonesia, terutama setelah beberapa pemain Indonesia seperti Egy Maulana Vikri sempat merumput di sana. Jika Maldini benar-benar bergabung dengan Fenerbahce, hal itu bisa meningkatkan eksposur klub di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain itu, pengalaman Maldini dalam mengembangkan pemain muda bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia yang tengah membangun akademi.
Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Hakan Safi memenangkan pemilihan presiden Fenerbahce? Jika ya, Maldini kemungkinan besar akan segera mengumumkan peran barunya. Namun, jika kandidat lain yang menang, peluang itu bisa sirna. Maldini sendiri tampak santai menunggu, tetapi waktu terus berjalan. Apakah ia akan kembali ke sepak bola Italia jika ada tawaran dari klub lain, atau justru memilih petualangan baru di Turki? Hanya waktu yang akan menjawab.



