Leeds Siap Aktifkan Klausul Rilis Gelandang La Liga, Target Perkuat Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan akan memanfaatkan klausul rilis Azzedine Ounahi, gelandang Girona, sebagai rekrutan pertama musim panas ini.
- Manajer Daniel Farke menilai Ounahi bisa menjadi duet ideal dengan Anton Stach, mengulang sukses transfer musim lalu.
- Meski baru promosi, Leeds tetap berhati-hati dalam belanja pemain karena aturan keuangan baru yang membatasi pengeluaran.

Leeds United dikabarkan serius mengejar gelandang Girona, Azzedine Ounahi, sebagai target utama bursa transfer musim panas ini. Klub Premier League itu disebut siap mengaktifkan klausul rilis pemain berusia 24 tahun senilai Β£17 juta, menyusul rencana pelatih Daniel Farke yang ingin menambah daya gedor dari lini tengah.
Kabar ini pertama kali diungkapkan jurnalis asal Prancis, Sebastien Vidal, yang menyebut Leeds sudah menjalin komunikasi awal dengan perwakilan Ounahi. Farke, menurut Vidal, percaya bahwa pemain Timnas Maroko itu bisa memberikan dampak serupa seperti yang dilakukan Mateusz Klich di masa lalu. Ia juga diharapkan membentuk kemitraan produktif dengan Anton Stach, yang musim lalu menjadi salah satu pilar utama Leeds.
Ketertarikan Leeds pada Ounahi muncul di tengah keterbatasan anggaran yang diakui oleh Ketua 49ers, Paraag Marathe. Dalam pernyataan resmi kepada suporter, Marathe menegaskan bahwa klub tidak bisa lagi membelanjakan uang secara agresif seperti musim lalu. Aturan baru bernama Squad Cost Ratio (SCR) akan menggantikan Profit and Sustainability Rules (PSR) dan membatasi pengeluaran klub.
Jika transfer ini terealisasi, Leeds akan mendapatkan pemain dengan profil berbeda dari Stach. Stach dikenal sebagai gelandang bertahan yang kuat dalam duel, namun kadang ceroboh dalam penguasaan bola. Ounahi, sebaliknya, unggul dalam distribusi bola dan kemampuan membaca permainan. Kombinasi keduanya dinilai mampu saling menutupi kelemahan dan memberikan variasi serangan.
Kebijakan belanja yang hati-hati ini menjadi sorotan di kalangan pengamat sepak bola Inggris. Leeds, yang baru saja promosi ke Premier League, dihadapkan pada dilema: ingin bersaing di papan atas namun harus patuh pada regulasi keuangan. Marathe menekankan bahwa klub akan tetap strategis dan disiplin, dengan kemungkinan pemain keluar dan masuk secara seimbang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik untuk diikuti. Banyak pemain Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, yang kini mulai merambah Eropa. Strategi Leeds yang cermat dalam memilih pemain dengan potensi tinggi namun harga terjangkau bisa menjadi contoh bagi klub-klub Asia yang ingin bersaing di level global. Selain itu, keberhasilan Ounahi di Girona menunjukkan bahwa pemain dari liga non-top Eropa pun bisa bersinar di Premier League.
Pertanyaan besarnya, akankah Leeds mampu mempertahankan performa musim lalu dengan skuad yang diperkuat? Atau justru regulasi keuangan baru akan menghambat ambisi mereka? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: langkah awal Farke dan manajemen Leeds patut diapresiasi.



