Tottenham Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Savinho, Winger Baru ala Lucas Moura
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah memulai negosiasi dengan Manchester City untuk merekrut Savinho dengan nilai transfer yang diprediksi memecahkan rekor klub.
- Savinho, yang kesulitan mendapatkan menit bermain di Etihad, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sayap andalan di bawah asuhan Roberto De Zerbi.
- Kedatangan pemain Brasil berusia 22 tahun itu diharapkan bisa menjadi solusi atas kebuntuan lini serang Spurs yang bergantung pada pemain pinjaman yang gagal.

Tottenham Hotspur tengah menjajaki negosiasi langsung dengan Manchester City untuk mendatangkan Savinho pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini diambil setelah tawaran senilai £60 juta yang diajukan setahun lalu kandas, dan kini Spurs disebut siap memecahkan rekor transfer klub demi mengamankan jasa pemain sayap Brasil berusia 22 tahun tersebut.
Kebutuhan akan perombakan lini serang menjadi prioritas utama Tottenham setelah musim 2025/26 yang mengecewakan. Spurs nyaris terdegradasi dan hanya selamat berkat kemenangan tipis atas Everton di pekan terakhir. Kegagalan memaksimalkan pinjaman Randal Kolo Muani—yang hanya mencetak satu gol Premier League sepanjang musim—menjadi bukti bahwa sektor depan membutuhkan darah segar. Manajer Roberto De Zerbi, yang diyakini mampu membangkitkan performa tim, membutuhkan pemain yang cocok dengan sistemnya.
Savinho, yang dijuluki sebagai salah satu pemain U-21 terbaik di Eropa oleh pencari bakat Jacek Kulig, justru minim menit bermain di Manchester City. Kehadiran Antoine Semenyo yang direkrut pada Januari lalu semakin membatasi peluangnya. Namun, kecepatan dan kreativitas ala pemain Brasil membuatnya dianggap sebagai tipe pemain yang bisa mengubah dinamika serangan Tottenham. Gaya bermainnya yang langsung dan eksplosif diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mohammed Kudus yang cedera.
Perbandingan dengan Lucas Moura pun mencuat. Seperti Lucas, Savinho adalah pemain sayap dengan kecepatan luar biasa yang bisa tampil di kedua sisi. Namun, ada harapan bahwa Savinho bisa lebih konsisten dan tidak sekadar menjadi pemain kilat yang mudah ditebak. Momen gemilang Lucas saat mencetak hat-trick ke gawang Ajax pada semifinal Liga Champions 2019 menjadi kenangan manis yang ingin diulang oleh para penggemar Spurs. Savinho sendiri pernah menyatakan bahwa ia suka "membangkitkan penonton dari duduk mereka," sebuah pernyataan yang mencerminkan identitas sepak bola Brasil yang menghibur.
Bagi konteks Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk disimak mengingat semakin banyak pemain Brasil yang meramaikan Premier League. Jika Savinho berhasil bersinar di London, ia bisa menjadi magnet baru bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan liga Inggris. Selain itu, kesuksesan De Zerbi dalam mengorbitkan pemain muda bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai gencar merekrut pemain asing.
Namun, tantangan tetap ada. Adaptasi dengan tekanan Premier League dan ekspektasi tinggi dari suporter Spurs bukanlah perkara mudah. Apakah Savinho mampu menjadi jawaban atas krisis kreativitas Tottenham, atau justru akan menjadi pemain mahal lainnya yang gagal memenuhi ekspektasi? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya.



