Tottenham Ikut Buru Remaja Pemecah Rekor Bundesliga 2, Liverpool Sudah Ajukan Tawaran
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal dengan Hertha Berlin untuk merekrut gelandang muda Kennet Eichhorn, yang musim ini memecahkan tiga rekor di Bundesliga 2.
- Liverpool telah melayangkan tawaran resmi, sementara Manchester City menawarkan jalur pengembangan khusus, namun regulasi FIFA melarang transfer pemain di bawah 18 tahun hingga 2027.
- Hertha Berlin membanderol Eichhorn sekitar β¬20 juta, dan persaingan antar klub elite Eropa berpotensi mendongkrak angka tersebut.

Persaingan merebut gelandang muda berbakat asal Jerman, Kennet Eichhorn, semakin memanas setelah Tottenham Hotspur dikabarkan ikut dalam perburuan. Klub asal London Utara itu dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan Hertha Berlin, menyusul langkah Liverpool yang lebih dulu mengajukan tawaran resmi. Eichhorn, yang baru berusia 16 tahun, menjadi sensasi di Bundesliga 2 musim ini dengan memecahkan tiga rekor kompetisi.
Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip oleh Graeme Bailey, Tottenham tidak hanya fokus pada perbaikan skuad jangka pendek setelah selamat dari degradasi Premier League musim lalu. Manajer Roberto De Zerbi disebut membutuhkan pemain pemimpin dan tambahan tenaga baru, namun klub juga mulai melirik prospek masa depan. Eichhorn dinilai sebagai investasi jangka panjang yang potensial, meskipun harus menunggu hingga 2027 untuk bisa bergabung secara resmi karena regulasi FIFA.
Eichhorn mencatatkan debutnya di Bundesliga 2 pada laga pembuka musim melawan Karlsruhe dalam usia 16 tahun 14 hari, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah divisi tersebut. Ia kemudian menjadi starter termuda saat melawan Hannover pada pekan kelima, dan menggenapi musim gemilangnya dengan gol perdana ke gawang Greuther Furth pada pekan ke-33. Gol itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda di Bundesliga 2 dengan usia 16 tahun 287 hari, memecahkan rekor yang bertahan sejak 1985.
Pelatih Hertha Berlin, Stefan Leitl, memuji ketenangan, kecerdasan taktis, dan kemampuan Eichhorn dalam mengatur permainan dari posisi gelandang bertahan. Pemain yang telah membela Hertha sejak kelompok usia U-9 itu juga menjadi kapten timnas Jerman U-17, dengan catatan empat caps dan dua gol. Performa impresifnya menarik minat sejumlah klub besar Eropa, termasuk Manchester City yang dikabarkan telah menyusun rencana pengembangan khusus dengan skema peminjaman di Jerman.
Regulasi FIFA yang melarang transfer internasional pemain di bawah 18 tahun menjadi kendala utama bagi klub-klub Premier League. Liverpool dan Manchester City telah menyiapkan opsi peminjaman kembali ke klub Jerman untuk memastikan Eichhorn tetap mendapat menit bermain. Tottenham pun diyakini akan menempuh jalur serupa jika berhasil memenangkan persaingan. Bagi Spurs, merekrut bakat semuda Eichhorn sejalan dengan visi jangka panjang De Zerbi di tengah kebutuhan mendesak untuk memperkuat tim utama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Eichhorn menjadi contoh bagaimana klub-klub Eropa mulai berinvestasi pada pemain remaja dengan potensi besar, meskipun harus menunggu beberapa tahun. Fenomena ini juga mengingatkan pada kasus pemain muda Indonesia yang kerap menjadi incaran klub luar negeri, namun terkendala regulasi dan kesiapan mental. Ke depannya, apakah Tottenham mampu bersaing dengan Liverpool dan City yang memiliki daya tarik lebih besar? Atau akankah Eichhorn memilih bertahan di Hertha hingga usianya mencukupi? Persaingan ini akan menjadi ujian strategi rekrutmen jangka panjang klub-klub Premier League.



