Liverpool Pecat Arne Slot: Juara Lalu Terpuruk, Siapa Penggantinya?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool memecat Arne Slot setelah musim kedua yang buruk, meski ia membawa gelar Premier League di musim pertamanya.
- Penurunan performa drastis, konflik dengan pemain seperti Mohamed Salah, dan suara bising dari tribun menjadi alasan di balik keputusan ini.
- Andoni Iraola, pelatih Bournemouth, menjadi kandidat utama pengganti Slot, dengan kontak sudah dilakukan.

Keputusan Liverpool memecat Arne Slot pada Sabtu pagi mengguncang jagat sepak bola Inggris. Pelatih asal Belanda itu baru saja mempersembahkan gelar Premier League musim lalu, namun musim ini timnya terpuruk hingga kehilangan 19 pertandingan di semua kompetisi.
Slot sendiri mengaku terkejut. Hingga Jumat, perwakilannya masih yakin manajemen mendukung penuh. Namun, setelah evaluasi akhir musim, direktur olahraga Richard Hughes dan CEO FSG Michael Edwards memutuskan bahwa perubahan diperlukan. "Kami harus berevolusi lagi," demikian alasan internal klub.
Musim 2025-26 menjadi mimpi buruk. Liverpool yang musim lalu mengoleksi 84 poin, musim ini hanya 60 poin—penurunan 24 poin, terbesar di antara tim Premier League yang tak pernah degradasi. Kekalahan demi kekalahan, suporter bersorak nyaring saat melawan Chelsea, dan hubungan Slot dengan Mohamed Salah retak setelah sang bintang mengkritik gaya bermain pelatih melalui media sosial.
Salah satu sumber internal yang juga bekerja di era Jurgen Klopp menilai, "Arne orang hebat, tapi ia tak punya otoritas seperti Jurgen. Itu makin terlihat saat tim kesulitan." Kepergian veteran seperti Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate juga menjadi sinyal bahwa ruang ganti tak lagi solid.
Keputusan ini datang terlambat bagi Xabi Alonso, yang sudah meneken kontrak dengan Chelsea. Kini Liverpool membidik Andoni Iraola, mantan anak asuh Hughes di Bournemouth. Kontak sudah dilakukan, dan ketersediaan langsung Iraola menjadi nilai tambah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, drama ini mengingatkan pada kerasnya kompetisi elite Eropa. Liverpool, klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air, kini memasuki era transisi lain. Pertanyaan besarnya: mampukah Iraola—atau siapa pun nantinya—mengembalikan kejayaan Anfield? Atau justru Liverpool akan terpuruk lebih dalam?



