Tottenham Bidik Marcus Rashford sebagai Alternatif Savinho di Jendela Transfer
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah membuka pembicaraan untuk merekrut Marcus Rashford dari Manchester United dengan banderol sekitar £26 juta.
- Rashford yang bersinar saat dipinjamkan ke Barcelona musim lalu dianggap sebagai opsi siap pakai dibandingkan Savinho yang minim menit bermain di Manchester City.
- Persaingan merebut Rashford melibatkan Aston Villa, Arsenal, dan Barcelona, namun Spurs berharap bisa memanfaatkan negosiasi yang alot antara klub Spanyol tersebut dengan MU.

Tottenham Hotspur tengah mempersiapkan langkah ambisius di bursa transfer musim panas setelah mengamankan status Premier League. Klub asal London utara itu dikabarkan telah mengadakan diskusi awal untuk mendatangkan Marcus Rashford dari Manchester United, dengan nilai transfer yang diperkirakan hanya £26 juta—angka yang tergolong murah untuk pemain sekalibernya.
Manajer Ange Postecoglou sebelumnya mengeluhkan keterbatasan finansial Spurs yang hanya mampu mendatangkan pemain 'floor raiser' ketimbang 'ceiling raiser'. Namun, ketertarikan pada Rashford menunjukkan perubahan strategi. Pemain internasional Inggris itu tengah dalam performa terbaik setelah menjalani masa peminjaman gemilang di Barcelona, di mana ia mencetak 14 gol dan 14 assist di semua kompetisi, termasuk membantu Blaugrana merebut gelar La Liga.
Di sisi lain, Spurs juga masih memantau Savinho dari Manchester City. Namun, winger Brasil berusia 22 tahun itu hanya tampil sebagai starter dalam tujuh laga Premier League musim lalu, dengan torehan satu gol dan dua assist. Meskipun statistik progresifnya impresif—berada di 1% teratas winger Eropa untuk progressive carry per 90 menit—risiko kegagalannya dinilai lebih besar dibandingkan Rashford yang sudah teruji di Premier League selama 297 penampilan, 89 gol, dan 53 assist.
Menurut laporan Daily Mail, Rashford sendiri bermimpi kembali ke Barcelona, namun negosiasi antara MU dan klub Catalan itu masih terganjal soal harga. Situasi ini membuka peluang bagi klub lain, termasuk Tottenham, Aston Villa, dan Arsenal, yang dikabarkan telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan pemain. Rashford yang sempat tersingkir dari skuad Gareth Southgate untuk Euro 2024 kini kembali ke performa terbaiknya, dan rekan setimnya di timnas, Anthony Gordon, bahkan menyebutnya sebagai "salah satu pemain terbaik di dunia".
Bagi Tottenham, merekrut Rashford bukan hanya soal kualitas teknis. Pengalamannya di Premier League dan kemampuannya bermain di berbagai posisi sayap membuatnya ideal sebagai penerus Heung-min Son yang mulai menua. Dengan harga yang relatif terjangkau, Spurs bisa mendapatkan pemain yang sudah terbukti mampu menjadi pembeda di laga-laga besar. Namun, persaingan ketat dari klub-klub lain dan keinginan pribadi Rashford bisa menjadi batu sandungan.
Konteks ini menarik bagi penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti pergerakan pemain bintang di Eropa. Rashford, yang memiliki basis penggemar besar di Asia Tenggara, bisa menjadi magnet komersial tersendiri jika akhirnya bergabung dengan Tottenham. Apakah Spurs akan berhasil mengamankan tanda tangannya, atau justru kehilangan kesempatan karena Barcelona kembali mengajukan tawaran yang lebih menarik? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu.



