Setengah Miliar Utang Transfer, Manchester United Nego Gelandang Brasil Ederson
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan sepakat bayar awal £35 juta plus bonus untuk Ederson, gelandang Atalanta berusia 26 tahun.
- Di balik ambisi belanja, laporan keuangan terbaru mengungkap utang transfer klub masih menggunung hingga £482 juta.
- Kedatangan Ederson diharapkan mengisi kekosongan lini tengah setelah kepergian Casemiro dan ketidakpastian masa depan Ugarte.

Manchester United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan menyasar gelandang Brasil milik Atalanta, Ederson, sebagai rekrutan perdana. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan telah memasuki tahap negosiasi lanjutan yang nilai totalnya diperkirakan mencapai £38 juta, terdiri dari biaya awal £35 juta dan tambahan £3 juta dalam bentuk bonus.
Kabar ini mencuat di tengah publikasi laporan keuangan kuartal ketiga yang menunjukkan laba £37,7 juta untuk periode sembilan bulan hingga 31 Maret. Meski demikian, dokumen yang sama juga mengungkapkan beban utang yang masih membayangi Old Trafford. Total utang yang tercatat dalam pos 'trade and other payables' mencapai £482 juta, sebagian besar merupakan tunggakan biaya transfer pemain. Angka ini, ditambah utang jangka panjang peninggalan era Glazer sebesar £490,1 juta dan pinjaman fasilitas kredit £262,5 juta, membuat total kewajiban keuangan United mendekati £1,3 miliar.
CEO Omar Berrada optimistis klub berada di jalur yang benar, baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, tekanan finansial itu memaksa manajemen untuk lebih disiplin dalam belanja pemain. United bertekad tidak lagi terjebak dalam kebiasaan lama memberikan kontrak panjang dengan gaji tinggi yang membebani neraca keuangan. Prioritas utama saat ini adalah memperkuat lini tengah setelah kepergian Casemiro dan spekulasi hengkangnya Manuel Ugarte. Idealnya, klub ingin mendatangkan dua hingga tiga pemain di posisi tersebut, meskipun target awal, Elliot Anderson, dikabarkan lebih memilih bergabung dengan Manchester City.
Ederson, yang telah membela timnas Brasil di tiga kesempatan, justru gagal menembus skuad final Selecao untuk Piala Dunia 2026. Ia masuk dalam daftar panjang 55 pemain asuhan Carlo Ancelotti, namun tidak termasuk dalam 26 nama terakhir. Keputusan itu mungkin akan disesalkan Brasil, terutama karena hanya membawa lima gelandang. Namun, bagi United, kondisi ini bisa menjadi keuntungan. Gelandang serbabisa itu dianggap memiliki kemampuan lebih baik dalam mengolah bola dan lebih dinamis dibanding Ugarte. Gaya bermainnya disebut-sebut mirip dengan Bruno Guimaraes milik Newcastle.
Karier Ederson tidak selalu mulus. Ia mencuat di Cruzeiro, klub raksasa Brasil yang saat itu sedang terpuruk akibat utang dan skandal di luar lapangan. Pada 2019, saat berusia 20 tahun, ia menjadi salah satu pemain yang menonjol meskipun timnya terdegradasi. Pengalaman bermain di tengah tekanan itu dinilai membentuk mentalitasnya yang kuat—modal penting untuk bermain di Old Trafford yang menuntut kepribadian besar. Selama empat setengah musim di Serie A, awalnya bersama Salernitana lalu Atalanta, Ederson terus menunjukkan konsistensi. Kini, setelah membantu Atalanta tampil di atas ekspektasi, termasuk meraih trofi Liga Europa, waktunya tiba untuk mencari panggung yang lebih besar.
Di sisi lain, United juga mengonfirmasi biaya pemecatan Ruben Amorim mencapai £16,7 juta. Manajer asal Portugal itu dipecat pada Januari lalu, kurang dari 14 bulan setelah direkrut dengan biaya kompensasi £11 juta dari Sporting Lisbon. Keputusan itu diambil setelah serangkaian hasil buruk dan perselisihan dengan direktur sepak bola Jason Wilcox terkait gaya bermain tim. Michael Carrick, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara, berhasil membawa United finis di posisi ketiga—melebihi target awal yang hanya lolos ke Liga Europa—dan kini telah diangkat secara permanen.
Dengan utang yang masih menggunung dan kebutuhan mendesak untuk membenahi lini tengah, langkah United mendatangkan Ederson menjadi ujian bagi strategi transfer baru klub. Akankah gelandang Brasil itu mampu menjadi solusi jangka panjang di lini tengah Setan Merah, atau justru menjadi beban finansial baru? Hasil musim depan akan menjadi jawabannya.



