Polisi Amankan Terduga Pembunuh Siswi SD di Makassar, Jasad Korban Ditemukan di Toilet Rumah Kosong
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria ditangkap polisi terkait pembunuhan siswi kelas 6 SD di Tallo, Makassar, yang jasadnya ditemukan di rumah kosong.
- Korban berusia 11 tahun dilaporkan hilang sejak Selasa malam dan ditemukan Rabu subuh dalam kondisi terlentang dengan luka sayatan di lengan.
- Tim INAFIS dan Dokpol Polda Sulsel masih melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kepolisian Sektor Tallo, Makassar, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang siswi kelas 6 sekolah dasar. Jasad bocah perempuan berusia 11 tahun itu ditemukan di dalam toilet sebuah rumah kosong yang dipenuhi tumpukan sampah di Kecamatan Tallo, Sulawesi Selatan, Rabu (27/5) dini hari.
Kapolsek Tallo, AKP Asfada, membenarkan penangkapan tersebut. "Iya, Alhamdulillah sudah di Polrestabes Makassar," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu. Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah korban dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Selasa (26/5) sekitar pukul 22.00 WITA. Korban terakhir kali terlihat saat bermain di sekitar lingkungan rumahnya sebelum akhirnya tidak kembali.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi sekitar pukul 05.00 WITA. Korban dalam posisi terlentang di lantai toilet rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka sayatan di lengan kiri korban, serta adanya darah yang keluar dari bagian kelamin. Hal ini mengindikasikan adanya kekerasan seksual sebelum pembunuhan, meskipun polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan.
AKP Asfada menjelaskan bahwa tim Identifikasi Forensik (INAFIS) dan Dokter Kepolisian (Dokpol) Polda Sulawesi Selatan saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap jenazah korban. "Penyebab kematian korban masih didalami oleh Dokpol Polda Sulsel. Kita masih menunggu hasil autopsi korban dulu," jelasnya. Autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian serta memastikan apakah korban mengalami kekerasan seksual.
Peristiwa ini menyita perhatian publik Makassar dan menjadi pengingat akan kerentanan anak-anak terhadap kejahatan di lingkungan sekitar. Kapolsek Tallo mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat mereka bermain di luar rumah. Pihak kepolisian juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menjerat pelaku dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak.
Ke depan, publik menanti hasil autopsi dan proses hukum terhadap terduga pelaku. Akankah kasus ini mendorong perbaikan sistem keamanan lingkungan dan perlindungan anak di Makassar? Atau justru akan menjadi catatan kelam lain dalam catatan kriminalitas terhadap anak di Indonesia?



