Jejak Bundesliga di Piala Dunia 2026: Dari Nagelsmann hingga Rangnick
Baca dalam 60 detik
- Julian Nagelsmann, Thomas Tuchel, dan Carlo Ancelotti adalah tiga dari tujuh pelatih Piala Dunia 2026 yang pernah menukangi klub Bundesliga.
- Ralf Rangnick dan Ståle Solbakken membawa Austria dan Norwegia lolos ke putaran final setelah sukses di kasta tertinggi Jerman.
- Jejak Bundesliga juga terlihat pada tiga pelatih lain yang pernah bermain di liga tersebut sebelum menjadi arsitek tim nasional.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi setidaknya tujuh pelatih kepala yang memiliki ikatan kuat dengan Bundesliga, baik sebagai mantan pemain maupun pelatih di kasta tertinggi sepak bola Jerman. Dari Julian Nagelsmann yang masih berusia 38 tahun hingga Ralf Rangnick yang kini menukangi Austria, turnamen di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu akan diwarnai taktik khas Jerman yang telah teruji di liga domestik.
Nagelsmann, yang akan memimpin timnas Jerman, memegang rekor sebagai pelatih termuda Bundesliga saat menangani Hoffenheim pada 2016. Kariernya melejit setelah membawa Hoffenheim ke Liga Champions, lalu menangani RB Leipzig dan Bayern Munich—di mana ia meraih gelar Bundesliga 2021/22. Meski gagal di Euro 2024 (perempat final) dan Nations League 2025 (posisi keempat), pengalamannya di Jerman menjadi modal berharga di panggung dunia.
Thomas Tuchel, yang kini menukangi Inggris, memiliki rekam jejak impresif di Bundesliga: membawa Mainz finis kelima pada 2010/11, memenangi DFB-Pokal bersama Dortmund, dan merebut gelar Bundesliga bersama Bayern. Sejak ditunjuk pada Januari 2025, Tuchel sukses membawa The Three Lions lolos sempurna ke Piala Dunia dengan delapan kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Sementara itu, Carlo Ancelotti—meski hanya setahun di Bayern—berhasil membawa Die Roten juara Bundesliga 2016/17 sebelum hengkang ke Brasil, yang ia bawa lolos ke Piala Dunia 2026.
Ralf Rangnick, arsitek Austria yang berusia 67 tahun, adalah figur kunci dalam pengembangan sepak bola Jerman modern. Ia pernah melatih Stuttgart, Hannover, Hoffenheim, Schalke, dan Leipzig—membawa Schalke juara DFB-Pokal 2011 dan Leipzig promosi ke Bundesliga. Bersama Austria, ia hanya kalah sekali dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, menyingkirkan Romania. Ståle Solbakken, pelatih Norwegia, juga punya pengalaman singkat di Bundesliga bersama Köln, namun kini menuai sukses dengan generasi emas Norwegia yang diperkuat Erling Haaland dan Martin Ødegaard. Norwegia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998 setelah menyapu bersih delapan laga kualifikasi dengan 37 gol dan hanya kebobolan lima.
Jesse Marsch, pelatih Kanada, adalah mantan asisten Rangnick di Leipzig yang kemudian menjadi pelatih kepala klub tersebut pada 2021. Meski hanya bertahan setengah musim, ia mencatat hasil impresif seperti imbang 2-2 melawan PSG di Liga Champions. Sejak menangani Kanada pada 2024, ia membawa timnya finis ketiga di Concacaf Nations League 2025. Selain itu, tiga pelatih lain—Sergej Barbarez (Bosnia), Thomas Christiansen (Panama), dan Murat Yakin (Swiss)—pernah bermain di Bundesliga sebelum menjadi pelatih tim nasional.
Dominasi Bundesliga di Piala Dunia 2026 menunjukkan pengaruh besar sepak bola Jerman dalam membentuk taktik global. Bagi Indonesia, yang tengah mengembangkan kompetisi domestik, keberhasilan para pelatih ini bisa menjadi inspirasi: investasi pada pelatih muda dan sistem pembinaan jangka panjang—seperti yang dilakukan RB Leipzig dan Hoffenheim—mampu melahirkan generasi pemimpin sepak bola. Pertanyaannya, akankah suatu saat pelatih dari Liga Indonesia mampu menembus panggung Piala Dunia?



