Polres Bogor Salurkan 53 Hewan Kurban, Perkuat Tali Silaturahmi dengan Warga
Baca dalam 60 detik
- Polres Bogor mendistribusikan 53 hewan kurban ke berbagai lapisan masyarakat saat Iduladha 1447 H.
- Seluruh hewan telah diperiksa dokter hewan untuk memastikan kesehatan dan kelayakan konsumsi.
- Program ini diharapkan mempererat hubungan institusi kepolisian dengan komunitas di wilayah Bogor.
Sebanyak 53 hewan kurban, terdiri dari 30 sapi dan 23 kambing, disalurkan Polres Bogor kepada masyarakat di Kabupaten dan Kota Bogor pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian dari strategi membangun kedekatan institusi kepolisian dengan warga di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan klinis oleh dokter hewan. "Kami pastikan hewan-hewan ini sehat, bebas penyakit, dan layak dikonsumsi," ujarnya dalam seremoni penyerahan simbolis di Mapolres Bogor, Rabu (27/5/2026). Dua ekor sapi berukuran jumbo bahkan menjadi pusat perhatian saat prosesi berlangsung.
Distribusi hewan kurban tidak hanya menyasar instansi kewilayahan, tetapi juga lembaga pemasyarakatan, organisasi keagamaan, pondok pesantren, kelompok kemahasiswaan, komunitas media, serta tokoh agama dan ulama. Dari total 53 ekor, sebanyak 22 sapi dan 20 kambing dialokasikan untuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Pola distribusi yang merata ini mencerminkan upaya menjangkau segmen masyarakat yang beragam.
Bagi masyarakat Indonesia, momen Iduladha kerap menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial. Di Bogor, program kurban Polres Bogor tahun ini memiliki makna lebih luas: membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. AKBP Wikha menekankan, "Melalui ibadah kurban ini, kita harapkan hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat." Pernyataan ini menggarisbawahi peran kepolisian tidak hanya sebagai pengayom, tetapi juga sebagai mitra sosial yang hadir di tengah warga.
Ke depan, model distribusi kurban yang inklusif seperti ini berpotensi direplikasi di daerah lain. Pertanyaannya, apakah inisiatif serupa dapat berkelanjutan dan tidak sekadar seremoni tahunan? Dengan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan dan sasaran penerima yang tepat sasaran, Polres Bogor memberikan contoh bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi instrumen penguatan modal sosial sekaligus citra institusi.

