Polda Lampung Tingkatkan Patroli, Bantah Isu Teror Pocong yang Viral di Medsos
Baca dalam 60 detik
- Polda Lampung mengerahkan patroli malam dan program QR Code untuk meredam kepanikan akibat video pocong yang beredar di media sosial.
- Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menegaskan isu tersebut tidak terverifikasi dan mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.
- Polisi mengaktifkan kembali ronda malam bersama warga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pihak yang memanfaatkan isu untuk mengganggu ketertiban.
Kepolisian Daerah Lampung menggelar patroli intensif dan mengaktifkan kembali sistem keamanan berbasis kode QR setelah beredarnya video yang dikaitkan dengan teror pocong di berbagai platform media sosial. Langkah ini diambil untuk meredam keresahan warga sekaligus membantah informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, menyatakan bahwa jajarannya telah meningkatkan kegiatan preventif sejak pekan lalu. Selain patroli rutin, pihaknya mengandalkan program Patroli Janji Jaga QR Code yang memungkinkan warga melapor melalui pemindaian kode di titik-titik strategis. "Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu teror pocong karena kepolisian terus melakukan langkah-langkah pengamanan dan pemantauan di lapangan," ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Fenomena penyebaran konten pocong di media sosial bukanlah hal baru di Indonesia. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, video-video tersebut kembali memicu kecemasan di sejumlah daerah. Menurut Kombes Yuni, informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kepanikan massal dan mengganggu ketertiban umum. "Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas kepolisian," tegasnya.
Di sisi lain, pengamat keamanan siber dari Universitas Lampung, Dr. Andi Saputra, menilai bahwa isu teror pocong sering kali dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan ketakutan kolektif. "Kombinasi antara kurangnya literasi digital dan faktor budaya membuat isu seperti ini mudah viral. Polisi sudah tepat dengan tidak menganggap remeh dan langsung melakukan langkah konkret di lapangan," ujarnya saat dihubungi terpisah.
Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan menghidupkan kembali kegiatan ronda malam bersama perangkat desa. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah panik, dan bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman, nyaman, serta kondusif," pungkas Kombes Yuni.
Ke depan, efektivitas patroli dan partisipasi warga akan menjadi kunci dalam meredam isu serupa. Akankah pendekatan berbasis komunitas ini mampu mengalahkan derasnya arus informasi hoaks di media sosial?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3938374/original/017867600_1645165607-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-5.jpg)
