Gol Voli Hans Krankl: Keajaiban Cordoba yang Mengubah Sejarah Sepak Bola Austria
Baca dalam 60 detik
- Hans Krankl mencetak gol voli spektakuler saat Austria mengalahkan Jerman Barat 3-2 di Piala Dunia 1978, mengakhiri paceklik kemenangan selama 47 tahun.
- Kemenangan yang dikenal sebagai 'Keajaiban Cordoba' ini menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola Austria, meski tim sudah tersingkir.
- FIFA mengenang kembali gol tersebut dalam rangkaian hitung mundur menuju Piala Dunia 2026, menyoroti keindahan dan dampak emosionalnya.
Sebuah gol voli yang lahir dari tubuh yang jatuh ke belakang, namun melesat sempurna ke sudut atas gawang—itulah yang dilakukan Hans Krankl pada 21 Juni 1978 di Cordoba. Tendangan itu tidak hanya menggetarkan jala, tetapi juga mengukir namanya dalam legenda sepak bola dunia, sekaligus memberi Austria kemenangan pertama atas Jerman Barat dalam hampir setengah abad.
Pertandingan fase grup kedua Piala Dunia 1978 itu sejatinya tidak berarti banyak bagi Austria. Mereka sudah tersingkir lebih awal. Namun, semangat pantang menyerah justru membuat mereka tampil lepas. Di sisi lain, Jerman Barat—juara bertahan—masih memiliki secercah harapan untuk lolos ke perebutan tempat ketiga, asal menang besar dan hasil laga lain berpihak. Tekanan itu justru menjadi bumerang.
Karl-Heinz Rummenigge membawa Jerman unggul lebih dulu, tetapi gol bunuh diri Berti Vogts menyamakan kedudukan. Ketika pertandingan memasuki menit-menit kritis, umpan silang Eduard Krieger dari sisi kiri menemui Krankl di kotak penalti. Dengan kontrol dada menggunakan kaki kiri, ia kemudian melepaskan voli kaki kanan sambil jatuh—bola meluncur deras menghujam pojok atas gawang. Gol yang oleh FIFA disebut sebagai salah satu 'golazo' terbaik dalam sejarah turnamen.
Jerman sempat menyamakan melalui Bernd Holzenbein, dan seolah akan mengamankan tiket ke play-off. Namun, ambisi mereka untuk mencari gol kemenangan justru membuka celah. Krankl kembali menjadi mimpi buruk dengan gol keduanya di menit akhir, memastikan kemenangan 3-2 yang dikenang sebagai 'Keajaiban Cordoba'. Bagi Austria, ini adalah momen kebanggaan nasional yang melampaui sekadar hasil pertandingan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa keajaiban selalu mungkin terjadi di panggung terbesar. Tim yang dianggap tidak diunggulkan, seperti Austria saat itu, bisa menuliskan sejarah yang abadi. Momen seperti ini juga menjadi pengingat betapa dramatisnya Piala Dunia—turnamen yang tidak hanya mempertemukan kekuatan, tetapi juga menghidupkan mimpi-mimpi kecil.
Kini, menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, FIFA terus merilis kembali momen-momen emas masa lalu. Gol Krankl menjadi salah satu yang paling dikenang karena kombinasi teknik sempurna dan konteks emosional yang kuat. Pertanyaannya, momen kejutan serupa apa lagi yang akan lahir di edisi mendatang, dan apakah ada tim 'kuda hitam' seperti Austria 1978 yang siap mengulang keajaiban?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5663977/original/046495500_1778332453-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-14.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174403/original/065556600_1742924674-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-46.JPG)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339804/original/065245700_1757130047-timnas_3.jpg)