Ansyari Lubis Bertahan di PSS Sleman: Kunci Promosi ke Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- Ansyari Lubis dipastikan tetap melatih PSS Sleman musim depan setelah sukses membawa tim promosi ke BRI Super League 2026/2027.
- Pelatih berusia 55 tahun itu mendapat sinyal positif dari manajemen dan pelatih kepala Pieter Huistra, meski posisi pastinya belum diumumkan.
- Ansyari menilai atmosfer sepak bola di Sleman sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, menjadi faktor utama kenyamanannya bertahan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5663977/original/046495500_1778332453-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-14.JPG)
Ansyari Lubis, arsitek di balik promosi PSS Sleman ke BRI Super League 2026/2027, memastikan dirinya tetap menjadi bagian dari skuad Super Elja untuk musim depan. Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya setelah sukses membawa tim finis sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026.
Pelatih kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara, itu mengaku telah menerima sinyal dari manajemen dan pelatih kepala Pieter Huistra bahwa kontribusinya masih dibutuhkan. Namun, Ansyari belum mengetahui secara pasti peran yang akan diembannya musim mendatangโapakah kembali sebagai asisten atau tetap memegang kendali utama. "Kemarin coach Pieter dan manajer sudah memberikan sinyal saya tetap dipertahankan," ujarnya Jumat (29/5/2026).
Bagi Ansyari, bertahan di PSS bukan sekadar urusan profesional. Atmosfer sepak bola di Sleman, menurutnya, menjadi alasan utama ia betah. Dukungan suporter yang luar biasa dan kebersamaan tim yang solid menciptakan lingkungan kerja yang ideal. "Sinergitas antara manajemen, suporter, dan lingkungan di sini sangat membantu karier seorang pemain dan pelatih," katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pieter Huistra, yang disebutnya sebagai guru dan panutan.
Perjalanan Ansyari di PSS dimulai lebih dari empat tahun lalu. Ia pernah menjadi asisten untuk sejumlah pelatih seperti Seto Nurdiyantoro, Risto Vidakovic, Mazola Junior, Marian Mihail, Pieter Huistra, Wagner Lopes, hingga Bertrand Crasson. Pada musim 2025/2026, ia mendapat kepercayaan sebagai pelatih kepala setelah regulasi Liga 2 melarang pelatih asing mendampingi tim. Saat itu, Pieter Huistra beralih peran menjadi Direktur Teknik.
Sebelum bergabung dengan PSS, karier kepelatihan Ansyari lebih banyak dihabiskan di klub-klub Sumatera. Ia memulai sebagai asisten pelatih Pro Duta FC pada 2011, lalu menangani PSMS Medan, Aceh United, PSPS Riau, PSDS Deli Serdang, dan Karo United. Puncaknya, ia membawa PSMS Medan melaju hingga babak delapan besar Liga 2 2021. PSS menjadi klub pertama di luar Pulau Sumatera yang ditanganinya.
Kepastian Ansyari bertahan menjadi angin segar bagi PSS yang akan menghadapi tantangan berat di Super League. Dengan pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap kultur klub, ia diharapkan mampu menjaga stabilitas tim. Pertanyaan selanjutnya: akankah Ansyari kembali dipercaya sebagai pelatih kepala atau beralih ke peran lain di belakang layar?



