Kunjungan Kenegaraan Presiden Filipina ke Jepang: Simbol 70 Tahun Hubungan Bilateral
Baca dalam 60 detik
- Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Ibu Negara memulai kunjungan kenegaraan empat hari ke Jepang, disambut langsung oleh Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako di Istana Kekaisaran.
- Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara, menjadi yang pertama sejak kunjungan Presiden Brasil pada Maret 2025.
- Kehadiran Pangeran Hisahito, putra mahkota yang baru saja dewasa, dalam jamuan kenegaraan malam ini menandai babak baru partisipasi anggota keluarga kekaisaran muda.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Ibu Negara Louise Araneta-Marcos memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari ke Jepang pada Rabu (27/5), disambut upacara resmi di Istana Kekaisaran Tokyo yang dihadiri Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi pemimpin Filipina dalam masa jabatan keduanya dan bertepatan dengan peringatan 70 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.
Upacara penyambutan berlangsung di Taman Timur Istana Kekaisaran, diiringi lagu kebangsaan kedua negara. Marcos menerima penghormatan dari unit upacara Pasukan Bela Diri Jepang, sebuah tradisi yang hanya diberikan kepada tamu negara. Selain pasangan kekaisaran, hadir pula Putra Mahkota Fumihito dan Putri Mahkota Kiko, serta Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Setelah upacara, Kaisar dan Permaisuri mengadakan pertemuan pribadi selama sekitar 20 menit dengan pasangan presiden di ruang kenegaraan Take no Ma. Menurut Badan Rumah Tangga Kekaisaran, Marcos menyoroti perkembangan luar biasa hubungan bilateral di berbagai bidang, termasuk kontribusi tenaga kerja Filipina di Jepang, khususnya perawat dan tenaga profesional lainnya. Kaisar Naruhito menanggapi dengan menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi signifikan warga Filipina terhadap masyarakat Jepang.
Kunjungan ini memiliki dimensi strategis bagi kawasan Indo-Pasifik. Jepang dan Filipina merupakan mitra penting dalam menjaga stabilitas maritim, terutama di Laut China Selatan. Bagi Indonesia, dinamika ini relevan mengingat posisi Jakarta sebagai sesama negara ASEAN dan mitra dagang utama kedua negara. Kerja sama ekonomi dan investasi Jepang di Filipina sering menjadi tolok ukur bagi pola investasi serupa di Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur dan manufaktur.
Malam ini, Kaisar dan Permaisuri akan menggelar jamuan kenegaraan di Istana Kekaisaran. Kehadiran Pangeran Hisahito, putra kedua Putra Mahkota yang baru genap berusia 19 tahun, menjadi sorotan karena ini merupakan partisipasi pertamanya dalam acara kenegaraan setelah upacara kedewasaan tahun lalu. Langkah ini dipandang sebagai persiapan bertahap bagi generasi muda kekaisaran untuk mengambil peran diplomatik.
Kunjungan Marcos dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, dengan agenda pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Takaichi serta forum bisnis yang diharapkan menghasilkan kesepakatan investasi baru. Pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana kunjungan ini dapat memperkuat poros pertahanan dan ekonomi Jepang-Filipina di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, serta bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan momentum serupa dalam hubungannya dengan kedua negara.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557592/original/054383800_1776339190-IMG_2023.jpeg)