Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib, Kini Jadi Penasihat Teknis Grup Pemilik
Baca dalam 60 detik
- Bojan Hodak resmi mengakhiri masa kepelatihannya di Persib Bandung untuk musim 2026/2027 dan beralih peran menjadi penasihat teknis shareholders group.
- Posisi pelatih kepala diisi oleh Igor Tolic, asisten Hodak selama dua tahun terakhir, sebagai bagian dari strategi regenerasi internal klub.
- Peran baru Hodak diyakini akan memperkuat fondasi jangka panjang Persib melalui pengawasan teknis, rekomendasi pemain, dan pengembangan organisasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6736452/original/085138800_1779548782-ChatGPT_Image_May_23__2026__10_04_01_PM.jpg)
Persib Bandung memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kepelatihan Bojan Hodak untuk musim 2026/2027, namun pelatih asal Kroasia itu tetap memiliki peran strategis di klub berjuluk Maung Bandung. Hodak kini ditunjuk sebagai penasihat teknis shareholders group, sebuah posisi yang memungkinkannya memberikan arahan jangka panjang tanpa harus duduk di bangku cadangan.
Keputusan ini diumumkan oleh manajemen Persib sebagai bagian dari proses transisi yang telah direncanakan secara matang. Hodak, yang sukses mempersembahkan tiga gelar BRI Super League berturut-turut sejak musim 2023/2024 hingga 2025/2026, dianggap telah meletakkan fondasi kuat yang perlu dijaga dan dikembangkan. Posisi pelatih kepala kini diemban oleh Igor Tolic, yang sebelumnya menjadi asisten Hodak selama dua tahun terakhir.
Menurut pernyataan resmi klub, langkah ini mencerminkan komitmen jangka panjang untuk menjaga kesinambungan prestasi, stabilitas tim, dan pengembangan organisasi. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa peran baru Hodak dirancang untuk memastikan fondasi yang telah dibangun tidak goyah. "Coach Bojan memberikan kontribusi luar biasa melalui prestasi, mentalitas, dan standar yang dibangun bersama tim. Kami ingin memastikan fondasi itu terus berkembang," ujarnya.
Dalam struktur klub sepak bola modern, penasihat teknis shareholders group kerap disebut sebagai "otak teknis" di belakang layar. Tugasnya mencakup memberikan masukan terkait arah klub, merekomendasikan pemain, membantu proses scouting, hingga menjadi jembatan antara manajemen dan tim teknis. Dengan pengalaman Hodak yang telah membawa Persib mendominasi liga, peran ini diyakini akan semakin memperkuat daya saing klub di level tertinggi.
Keputusan Persib ini juga menarik untuk dicermati dalam konteks sepak bola Indonesia. Tidak banyak klub yang secara eksplisit memisahkan peran pelatih kepala dengan penasihat teknis, apalagi dengan melibatkan figur sekaliber Hodak. Langkah ini bisa menjadi preseden baru bagi klub-klub Liga 1 lainnya yang ingin membangun struktur organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan. Dengan adanya figur seperti Hodak yang tetap terlibat, Persib berpotensi memiliki keunggulan dalam perencanaan jangka panjang, terutama dalam hal pembinaan pemain dan strategi transfer.
Ke depan, tantangan bagi Igor Tolic adalah mempertahankan dominasi yang telah dibangun Hodak. Sementara itu, peran Hodak sebagai penasihat akan diuji sejauh mana ia mampu memberikan kontribusi tanpa berada di garis depan. Akankah model ini menjadi kunci sukses Persib di masa depan, atau justru menimbulkan dinamika baru dalam ruang ganti? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: Persib telah mengambil langkah berani dalam membangun fondasi organisasi yang lebih kokoh.



