Pemerintah Malaysia Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan PHK, Fokus pada Pelatihan IT dan AI
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan intervensi dalam 1-2 minggu untuk mengatasi hilangnya lebih dari 7.000 lapangan kerja pada April 2026.
- Pemerintah akan memperluas pelatihan keterampilan di sektor teknologi informasi dan kecerdasan buatan sebagai respons terhadap permintaan pasar.
- Langkah ini juga mencakup sinkronisasi investasi baru dengan penciptaan lapangan kerja di kawasan industri utama Malaysia.
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa pemerintah tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk menciptakan peluang kerja alternatif guna mengatasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar di Bukit Mertajam, Rabu (27/5/2026), usai menyerahkan hewan kurban kepada masyarakat di Padang Mengkuang Titi, Kubang Semang.
Menurut Anwar, salah satu fokus utama adalah memperluas program pelatihan keterampilan di sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi, seperti teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat terhadap tenaga kerja terampil di bidang tersebut. โKami sedang membahas hal ini dalam pertemuan Dewan Tindakan Ekonomi Nasional (MTEN), dan langkah intervensi diperkirakan siap dalam satu hingga dua minggu ke depan,โ ujar Anwar.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap data yang diungkapkan Menteri Ekonomi, Datuk Seri Mohd Akmal Nasrullah Mohd Nasir, yang mencatat lebih dari 7.000 pekerja kehilangan pekerjaan pada April 2026. Angka ini meningkat 21% dibandingkan 5.855 kasus pada Maret 2026. Meskipun demikian, Anwar menilai situasi ini belum mencapai tahap mengkhawatirkan secara keseluruhan, namun ia mengakui setiap kehilangan pekerjaan berdampak berat bagi individu dan keluarganya.
Selain pelatihan, pemerintah juga akan memastikan sinergi yang lebih baik antara investasi yang masuk dan penciptaan lapangan kerja bagi warga Malaysia. Anwar menyebutkan beberapa kawasan industri utama yang menjadi prioritas, antara lain Perak, Penang, Kulim Hi-Tech (Kedah), Selangor, Negeri Sembilan, Johor, dan Sarawak. โSaat ini ada peluang kerja baru dan kami harus menyalurkannya dengan tepat agar terjadi sinergi dengan investasi baru di berbagai daerah,โ tambahnya.
Perdana Menteri menekankan bahwa sektor TI dan AI menjadi fokus utama pemerintah karena permintaan pasar yang kuat. Jika diperlukan, pemerintah akan menyediakan pelatihan khusus agar para pencari kerja, terutama generasi muda, dapat memasuki bidang pekerjaan baru tersebut. โKami berusaha menangani masalah ini sebaik mungkin,โ pungkas Anwar.
Ke depan, langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meredam dampak PHK, tetapi juga memperkuat daya saing tenaga kerja Malaysia di era digital. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan menyesuaikan kebijakan agar sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang dinamis.



