Armuzna Terlewati, Timwas DPR Minta PPIH Jaga Mutu Layanan hingga Pemulangan
Baca dalam 60 detik
- Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina tahun ini dinilai berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
- DPR mengingatkan agar petugas haji tidak lengah dan tetap memprioritaskan kenyamanan jamaah pada masa pemulangan.
- Kualitas akomodasi, konsumsi, dan transportasi antarkota menjadi sorotan utama untuk dijaga hingga jamaah tiba di Indonesia.

Fase krusial penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah rampung dengan catatan positif. Tim Pengawas Haji DPR RI menilai kinerja Kementerian Haji dan Umrah pada puncak ibadah tahun ini jauh lebih baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Meski demikian, tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dinilai belum usai.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana, menyatakan bahwa kelancaran pergerakan dan pelayanan jamaah selama Armuzna merupakan hasil kerja keras pemerintah dan seluruh petugas di tanah suci. Namun, ia menekankan bahwa fase kritis telah terlewati bukan berarti kualitas pelayanan boleh menurun. "Puncak haji memang sudah terlewati, namun pelayanan kepada jamaah harus tetap menjadi prioritas hingga proses pemulangan selesai. Jangan sampai terjadi penurunan kualitas layanan setelah fase Armuzna," ujarnya di Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Danang, perhatian utama pasca-Armuzna meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Ia meminta agar pemondokan jamaah di Makkah dan Madinah tetap nyaman, sementara layanan konsumsi harus diawasi ketat. "Kualitas akomodasi dan konsumsi jangan sampai kendor. Jamaah masih membutuhkan istirahat dan asupan gizi yang baik sebelum kembali ke Tanah Air," tambahnya.
Aspek transportasi juga menjadi sorotan. Operasional bus shalawat yang kembali berjalan harus optimal mendukung mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram. Sementara itu, perjalanan darat dari Makkah ke Madinah perlu memperhatikan ketepatan jadwal, kenyamanan, dan keselamatan. "Begitu pula dengan proses penerbangan jamaah ke Tanah Air. Semua harus dipastikan berjalan lancar, tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan jamaah," tegas Danang.
Bagi Indonesia, keberhasilan fase Armuzna menjadi indikator penting mengingat jumlah jamaah haji Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Setiap tahun, ribuan petugas dikerahkan untuk memastikan pelayanan prima. Tekanan untuk mempertahankan standar layanan hingga akhir musim haji menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam koordinasi logistik dan sumber daya manusia.
Timwas Haji DPR RI berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertahankan kualitas pelayanan hingga akhir penyelenggaraan. Dengan demikian, jamaah dapat menuntaskan rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia dengan aman, nyaman, serta membawa pengalaman haji yang baik. Pertanyaan yang tersisa: mampukah PPIH menjaga konsistensi layanan di tengah kelelahan petugas dan tingginya mobilitas jamaah?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592436/original/084167000_1780375083-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_11.35.40.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7513600/original/077726100_1780285828-Megawati_Gandeng_Prabowo.jpeg)