Bestari Barus Desak Jokowi Segera Umumkan Bergabung ke PSI
Baca dalam 60 detik
- Ketua DPP PSI Bestari Barus meminta Jokowi mendeklarasikan keanggotaannya di PSI saat blusukan ke tiga daerah akhir Juni.
- Selama 10 tahun menjabat presiden, Jokowi tak pernah secara eksplisit mendukung partai mana pun, namun kini dukungannya dianggap mengalir ke PSI.
- Blusukan Jokowi ke Lampung, NTT, dan Sumatra Barat disebut murni untuk memperkuat PSI, bukan untuk kepentingan politik putranya Gibran.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mendesak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya telah bergabung dengan partai berlambang bunga mawar itu. Harapan tersebut disampaikan Bestari menjelang rencana blusukan Jokowi ke sejumlah daerah pada akhir Juni mendatang.
Bestari menegaskan bahwa pernyataan resmi dari Jokowi sangat dinantikan publik, terutama untuk mengklarifikasi status politiknya setelah sekian lama tak secara eksplisit mendukung partai mana pun. "Kami titip kepada Pak Jokowi agar menyatakan bahwa beliau sudah di PSI, dan tidak lagi di partai PDIP yang lama," ujar Bestari kepada awak media, Jumat (29/5).
Menurut Bestari, selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, Jokowi memang tidak pernah secara gamblang mendukung partai tertentu, termasuk PSI. Akibatnya, efek ekor jas (coattail effect) dari popularitas Jokowi justru tersebar ke berbagai partai dan figur politik. Namun, setelah dukungan Jokowi terhadap PSI mulai terlihat dalam kongres dan rapat kerja nasional partai, banyak pihak yang kemudian menyatakan bergabung dengan PSI.
Bestari optimistis langkah Jokowi bergabung dengan PSI akan memberikan dampak signifikan bagi partai. "Alhamdulillah, itu pasti akan memperkuat PSI. Kalau dikatakan tidak terasa perubahannya, saya kira tidak juga seperti itu," katanya. Ia menambahkan bahwa deklarasi publik dari Jokowi akan menjadi momentum penting bagi PSI dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, membantah anggapan bahwa blusukan Jokowi kali ini bertujuan untuk memperkuat posisi politik putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "Enggak ada kaitan dengan Gibran. Ini murni untuk PSI. Bagaimana memperkuat PSI, calon DPR RI, DPRD tingkat kabupaten, kota, dan provinsi," tegas Relly usai bertemu Jokowi di kediamannya di Solo, Kamis (28/5).
Langkah Jokowi yang mulai aktif mendukung PSI menimbulkan spekulasi tentang peta politik menjelang pemilu mendatang. Jika Jokowi benar-benar mendeklarasikan diri sebagai kader PSI, partai tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan elektabilitas signifikan, terutama di basis pendukung setia Jokowi. Namun, pertanyaan yang masih mengemuka adalah apakah deklarasi ini akan diikuti oleh pernyataan resmi dari Jokowi sendiri, atau hanya sebatas sinyal politik yang disampaikan melalui para loyalisnya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592436/original/084167000_1780375083-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_11.35.40.jpeg)
