Patroli Gabungan TNI-Polri Digelar, Polda Metro Jamin Rasa Aman Warga Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Polda Metro Jaya menggandeng TNI dalam patroli gabungan untuk menekan aksi begal di Jakarta, terutama pada malam hingga dini hari.
- Meski TNI dilibatkan, penindakan dan pengungkapan kasus kejahatan jalanan tetap menjadi wewenang kepolisian sesuai UU Nomor 2 Tahun 2002.
- Selain patroli, Polda Metro juga mengoptimalkan Kring Reserse, siskamling, dan konektivitas CCTV bersama Pemprov DKI untuk memantau titik rawan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2511401/original/030029800_1543552320-IMG_20181130_101105_HDR.jpg)
Polda Metro Jaya memastikan keterlibatan personel TNI dalam patroli gabungan untuk merespons maraknya aksi begal di Jakarta, dengan fokus pada jam-jam rawan malam hingga dini hari. Langkah ini diambil untuk memperkuat rasa aman warga ibu kota yang belakangan resah akibat kejahatan jalanan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pelibatan TNI merupakan bagian dari pengamanan bersama yang tidak mengurangi peran utama kepolisian. "Penindakan dan pengungkapan kasus begal maupun kejahatan jalanan tetap menjadi tugas pokok kepolisian sesuai amanah UU Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13," ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Patroli gabungan ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya yang bertajuk Jaga Jakarta, yang mencakup empat pilar: Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah. Budi menjelaskan bahwa sinergi TNI-Polri diharapkan mampu menekan angka kriminalitas yang kerap terjadi di titik-titik rawan seperti jalan sepi dan kawasan pemukiman.
Selain patroli, Polda Metro Jaya juga meningkatkan langkah preventif dengan memaksimalkan Kring Reserseโunit reserse bergerak yang siap merespons laporan masyarakat. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) kembali digalakkan di tingkat RT/RW untuk membangun partisipasi warga. "Kami juga bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam konektivitas CCTV agar tidak ada wilayah yang luput dari pantauan," tambah Budi.
Upaya ini menjadi penting mengingat Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan memiliki mobilitas tinggi, terutama pada malam hari. Aksi begal yang kerap menyasar pengendara motor dan pejalan kaki di jalan sepi menjadi perhatian serius. Dengan adanya patroli gabungan, diharapkan efek jera bagi pelaku kejahatan meningkat.
Budi juga menyebutkan bahwa pihaknya terus memverifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait aksi begal. Hal ini untuk memastikan respons cepat dan akurat terhadap setiap laporan. "Kami hadir memberikan rasa aman dengan meningkatkan patroli, memaksimalkan Kring Reserse, serta melibatkan siskamling," tandasnya.
Ke depan, efektivitas patroli gabungan TNI-Polri akan menjadi indikator utama dalam menekan angka kejahatan jalanan di Jakarta. Pertanyaan yang muncul adalah apakah langkah ini cukup untuk mengembalikan rasa aman warga, atau diperlukan kebijakan tambahan seperti penerapan sanksi lebih berat bagi pelaku begal?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557592/original/054383800_1776339190-IMG_2023.jpeg)

