Tottenham Pasang Harga Jual Luka Vuskovic, Barcelona dan Bayern Siap Bertarung
Baca dalam 60 detik
- Tottenham membanderol bek muda Luka Vuskovic antara £51 juta hingga £59 juta setelah musim gemilangnya di Hamburg.
- Barcelona dan Bayern Munich bersaing untuk mendapatkan pemain Timnas Kroasia itu secara permanen, sementara Liverpool turut memantau situasi.
- Keputusan Tottenham akan bergantung pada kebutuhan dana segar untuk restrukturisasi skuad di bawah arahan Roberto De Zerbi.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah menetapkan harga jual untuk bek muda berbakat Luka Vuskovic di kisaran £51 juta hingga £59 juta, membuka peluang bagi klub-klub besar Eropa seperti Barcelona dan Bayern Munich untuk mengamankan servisnya. Langkah ini muncul di tengah kebutuhan mendesak Spurs untuk melakukan perombakan besar-besaran setelah nyaris terdegradasi musim lalu.
Vuskovic, yang bergabung dengan Tottenham dari Hajduk Split dengan biaya kurang dari £10 juta, menghabiskan musim ini dengan status pinjaman di Hamburg. Penampilannya yang impresif di Bundesliga—mencetak enam gol dalam 28 penampilan, masuk dalam Tim Terbaik Liga, dan memenangkan Rookie of the Month sebanyak empat kali—membuatnya menjadi salah satu bek muda paling dicari di Eropa. Dengan tinggi 1,93 meter, ia unggul dalam duel udara, namun ketenangannya dalam menguasai bola dan kemampuannya membawa bola ke depan menjadi nilai lebih yang membedakannya dari bek lain.
Menurut laporan SportsBoom, Barcelona telah menyatakan keinginan untuk merekrut Vuskovic secara permanen dan menolak opsi peminjaman. Klub asal Katalan itu ingin menjadikannya pilar pertahanan jangka panjang. Bayern Munich juga mengambil sikap serupa, hanya tertarik pada transfer penuh. Liverpool, Chelsea, Manchester United, Inter Milan, dan Borussia Dortmund turut memantau perkembangan situasi. Namun, Dortmund mengajukan syarat berupa peminjaman satu musim dengan opsi pembelian, yang ditolak mentah-mentah oleh Tottenham karena mereka hanya bersedia melepas pemain dengan nilai yang ditentukan.
Keputusan Tottenham untuk menjual Vuskovic tidak terlepas dari kebutuhan dana segar. Klub yang finis di peringkat ke-17 Premier League musim lalu harus melakukan perombakan besar-besaran di bawah pelatih baru Roberto De Zerbi. Meskipun De Zerbi dikabarkan ingin menilai Vuskovic dalam pramusim sebelum mengambil keputusan, godaan untuk mendapatkan keuntungan besar—dengan selisih lebih dari £40 juta dari harga beli—sulit ditolak, terutama untuk mendanai pembelian pemain lain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan merebut Vuskovic menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mendapatkan talenta muda potensial. Kehadiran Vuskovic di Piala Dunia 2026 bersama Kroasia juga akan menjadi sorotan, mengingat turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Jika ia pindah ke klub besar seperti Barcelona atau Bayern, nilai pasarnya bisa meroket, dan hal ini bisa mempengaruhi persepsi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam merekrut pemain muda Eropa.
Di sisi lain, Tottenham juga tengah berupaya mendatangkan pemain baru. Marcos Senesi telah sepakat bergabung secara gratis dari Bournemouth, sementara negosiasi dengan Andy Robertson terhambat setelah Juventus ikut campur. Situasi ini menjadikan bursa transfer musim panas ini sebagai salah satu yang paling krusial bagi Tottenham dalam beberapa tahun terakhir. Pertanyaannya, mampukah Spurs menahan godaan uang besar dan mempertahankan Vuskovic, atau justru akan memanfaatkannya untuk membangun kembali skuad?



