Everton Incar Bek Kiri West Ham: Jawaban untuk Lini Serang yang Mandek?
Baca dalam 60 detik
- Everton membidik Malick Diouf dari West Ham yang terdegradasi, dengan nilai transfer diperkirakan di atas £19 juta.
- Diouf dinilai sebagai bek kiri bertipe menyerang yang bisa memecah kebuntuan taktik pragmatis David Moyes.
- Kedatangan Diouf diharapkan menjadi suplai ideal bagi penyerang Thierno Barry yang mulai menunjukkan ketajaman.

Everton belum menyerah mengejar tiket ke Eropa. Setelah finis di peringkat ke-13 Premier League musim 2025/2026—hanya unggul satu poin dari musim sebelumnya—kubu Goodison Park sadar bahwa perbaikan di sektor pertahanan menjadi prioritas. Nama Malick Diouf, bek kiri West Ham United yang baru saja terdegradasi, masuk dalam radar utama David Moyes.
Menurut laporan Football Insider, Everton sudah mulai menjajaki negosiasi dengan West Ham. Diouf, 21 tahun, baru satu musim berseragam The Hammers setelah diboyong dengan mahar £19 juta. Meski timnya terdegradasi, pemain asal Senegal itu tampil konsisten dan menjadi salah satu titik terang di tengah musim kelam klub London tersebut.
Diouf mencatatkan lima assist dalam 32 penampilan di semua kompetisi, dengan rata-rata 0,96 umpan silang per laga. Ia juga memenangi lebih dari empat duel per pertandingan, menunjukkan dominasi di sisi kiri pertahanan. Analis dan pramuka Como, Ben Mattinson, bahkan menyebut Diouf sebagai "full-back level Liga Champions" karena kemampuannya menyerang sekaligus bertahan.
Ketertarikan Everton pada Diouf bukan tanpa alasan. Kepergian Seamus Coleman di akhir musim membuat sisi kanan pertahanan terbuka, namun Moyes juga mengincar peningkatan di pos bek kiri. Vitalii Mykolenko memang akan segera meneken kontrak baru, tetapi itu tak menghalangi Everton untuk mendatangkan pemain yang lebih eksplosif. Diouf dinilai cocok dengan kebutuhan tim yang selama ini terlalu mengandalkan pendekatan pragmatis dan langsung.
Di sisi lain, kehadiran Diouf bisa menjadi katalis bagi Thierno Barry. Penyerang yang diboyong dari Villarreal seharga £27 juta musim panas lalu itu sempat kesulitan menemukan sentuhan akhir. Namun, catatan delapan gol dari hanya sepuluh peluang besar yang terbuang menunjukkan bahwa Barry sebenarnya memiliki insting mencetak gol yang tajam—hanya perlu suplai yang lebih variatif. Diouf, dengan kecepatan dan fisiknya, diyakini mampu memberikan umpan-umpan silang yang dibutuhkan Barry.
Bagi Everton, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Moyes mulai meninggalkan pola permainan kaku yang kerap dikritik. Dengan tambahan kreativitas dari sisi kiri, lini serang Everton diharapkan tidak lagi mudah ditebak. Jika transfer ini terwujud, bukan tidak mungkin The Toffees bisa bersaing di papan atas musim depan.
Namun, tantangan terbesar tetap ada: West Ham enggan melepas Diouf dengan harga murah. Klub London itu berharap bisa meraup keuntungan besar setelah terdegradasi. Apakah Everton bersedia membayar mahal untuk mengamankan jasa bek kiri muda yang sudah terbukti di Premier League? Ataukah Moyes akan mencari alternatif lain yang lebih terjangkau?



