Presiden Lega Serie A Dorong Larangan Laga Malam untuk Derby Juventus vs Torino
Baca dalam 60 detik
- Ezio Simonelli mengusulkan Derby della Mole hanya digelar siang hari mulai musim depan demi keamanan.
- Kerusuhan suporter di laga Juventus vs Torino memicu penundaan lima pertandingan Serie A lainnya.
- Simonelli menilai laga berisiko tinggi sebaiknya tidak dijadwalkan pada pekan-pekan akhir musim.

Presiden Lega Serie A, Ezio Simonelli, menyatakan bahwa laga Derby della Mole antara Juventus dan Torino seharusnya hanya digelar pada siang hari mulai musim 2025/26. Pernyataan ini muncul setelah kerusuhan suporter mewarnai pertandingan terakhir musim lalu di Allianz Stadium, yang memicu kekacauan jadwal di seluruh Serie A.
Insiden tersebut terjadi pada pekan pamungkas musim 2025/26, saat suporter kedua tim terlibat bentrokan hebat di luar stadion. Seorang pendukung Juventus dilaporkan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis namun tidak mengancam jiwa. Akibatnya, kelompok ultras Juventus memerintahkan para pemain untuk tidak memasuki lapangan, sehingga kick-off tertunda. Penundaan ini berdampak pada lima laga lain yang digelar bersamaan, yaitu Milan vs Cagliari, Verona vs Roma, Cremonese vs Como, dan Lecce vs Genoa, karena seluruh pertandingan harus menunggu situasi di Turin kondusif.
Simonelli, dalam pidatonya setelah rapat umum FIGC pada Selasa lalu, menyoroti bahwa laga berisiko tinggi seperti derby Turin sebaiknya tidak dijadwalkan pada pekan-pekan akhir musim. Ia mencontohkan pengalaman di Milan, di mana derby antara AC Milan dan Inter Milan berlangsung aman tanpa insiden berarti. “Saya tinggal di Milan, saat derby saya melihat orang datang dengan kaus Milan dan Inter, tidak pernah ada bentrokan. Fakta bahwa di kota lain laga justru menjadi ajang hooligan tentu bukan hal positif,” ujar Simonelli.
Ia menambahkan, “Ketika pertandingan-pertandingan tertentu harus dimainkan serentak di dua pekan terakhir musim, mungkin tidak tepat jika laga yang sensitif justru menyeret jadwal semua pertandingan lain. Saya membayangkan derby Turin juga akan mendapat larangan malam hari musim depan. Jelas, jika hal itu terjadi lagi di dua pekan terakhir, bisa mengganggu semua laga lain. Ini soal objektif, yang membuat saya berkata lebih baik menghindari laga berisiko tinggi di pekan-pekan akhir musim.”
Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif untuk menjaga keamanan dan kelancaran kompetisi. Dengan melarang laga malam dan memindahkan jadwal derby ke siang hari, diharapkan potensi kerusuhan dapat diminimalkan. Selain itu, penjadwalan ulang laga berisiko tinggi ke pekan yang lebih awal juga dianggap solusi untuk menghindari efek domino terhadap pertandingan lain yang memperebutkan tiket Eropa.
Ke depan, Lega Serie A kemungkinan akan merumuskan regulasi baru terkait penjadwalan laga-laga krusial. Simonelli menekankan bahwa keputusan ini didasari oleh pertimbangan keamanan dan kepentingan bersama, bukan sekadar respons terhadap insiden tunggal. Dengan pendekatan ini, Serie A berharap dapat menjaga integritas kompetisi sekaligus melindungi suporter dari risiko kekerasan.



