Muslimat NU Berbaris di HUT Bhayangkara ke-79, Kadiv Humas Soroti Sinergi Polri-Masyarakat
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 172 personel Muslimat NU ikut serta dalam defile peringatan HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, menandai keterlibatan ormas keagamaan dalam agenda kepolisian.
- Kadiv Humas Polri menilai partisipasi ini sebagai simbol kolaborasi strategis antara institusi keamanan dan elemen sipil untuk memperkuat stabilitas nasional.
- Presiden Prabowo menekankan pentingnya polisi yang dekat dengan rakyat, khususnya kelompok rentan, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Jakarta – Sebanyak 172 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) turut memeriahkan defile dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 yang digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2025. Kehadiran mereka dalam formasi batalyon 26 menjadi bukti konkret keterlibatan organisasi masyarakat dalam agenda resmi kepolisian.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menyambut positif partisipasi tersebut. Menurutnya, langkah ini mempertegas komitmen Polri untuk terus membangun kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat. “Sinergitas ini menjadi lambang persatuan dan kesatuan Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Irjen Pol. Sandi menambahkan, semangat gotong-royong antara Polri dan masyarakat akan terus digalakkan, sejalan dengan program pemerintah menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan peran vital Muslimat NU dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Mari terus bersinergi membangun negeri, jadikan Indonesia unggul, Indonesia cerdas, di dalam Kebhinekaan yang ada,” ajaknya.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Polri yang dinilainya semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat. Kepala negara menekankan bahwa polisi ideal adalah yang mampu hadir di tengah kesulitan warga, terutama kelompok paling lemah dan tertindas. “Polisi Indonesia harus berada di tengah rakyat, merasakan penderitaan rakyat, mendengar jeritan hati rakyat,” tegas Prabowo di hadapan jajaran pimpinan Polri.
“Bangsa dan negara kita membutuhkan kepolisian yang tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat—polisi yang berada di tengah rakyat, membela rakyat, melindungi rakyat, khususnya mereka yang paling lemah, paling tertindas, dan paling miskin.” — Presiden Prabowo Subianto
Pernyataan Presiden tersebut menjadi pengingat bahwa cita-cita kemerdekaan Indonesia bukan sekadar kedaulatan, melainkan juga keadilan dan kemakmuran. Keterlibatan Muslimat NU dalam HUT Bhayangkara ke-79 diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi oleh organisasi kemasyarakatan lainnya, guna memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam membangun bangsa yang lebih inklusif.



