Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu Pagi
Baca dalam 60 detik
- BMKG mencatat gempa bumi tektonik berkekuatan M3,1 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu (23/5/2026) pukul 08:46 WIB.
- Pusat gempa berada di laut, 115 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 30 km, sehingga tergolong gempa dangkal.
- Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, dan BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 ini mengguncang pada pukul 08:46:57 WIB, dengan pusat gempa berada di koordinat 1,27 Lintang Utara dan 126,15 Bujur Timur.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di laut, sekitar 115 kilometer arah tenggara Kota Bitung. Gempa ini termasuk kategori dangkal dengan kedalaman hanya 30 kilometer. Meskipun kekuatannya relatif kecil, gempa dangkal seperti ini berpotensi menimbulkan guncangan yang terasa di permukaan, terutama di daerah sekitar episenter.
- Magnitudo: 3,1
- Waktu: 23 Mei 2026, pukul 08:46:57 WIB
- Lokasi: 1,27 LU โ 126,15 BT
- Pusat gempa: 115 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara
- Kedalaman: 30 km
Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial X, BMKG menegaskan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan yang sering terjadi pasca-gempa utama.
Wilayah Sulawesi Utara memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Gempa-gempa kecil seperti ini kerap terjadi dan menjadi pengingat akan dinamika geologi di kawasan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah ini dan akan memberikan informasi terkini jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada sumber resmi untuk menghindari informasi yang tidak benar atau hoaks.



