Survei SWS: Tingkat Persetujuan Marcos Anjlok ke Rekor Terendah, Tanda Krisis
Baca dalam 60 detik
- **Berikut terjemahan berita tersebut ke dalam Bahasa Indonesia dengan nada jurnalistik dan mempertahankan seluruh informasi:** Jajak pendapat SWS, yang dilakukan terhadap 1.200…
- Faktor pendorong utamanya meliputi inflasi yang meningkat, pengangguran, dan anggapan kesalahan penanganan ekonomi.
- Hanya 27% yang masih belum menentukan pilihan, yang mengindikasikan polarisasi semakin dalam dengan cepat.

Jajak pendapat SWS, yang dilakukan terhadap 1.200 responden, menunjukkan tingkat ketidakpuasan melonjak hingga 48%—sebuah peningkatan mengejutkan sebesar 22 poin. Faktor pendorong utamanya meliputi inflasi yang meningkat, pengangguran, dan anggapan kesalahan penanganan ekonomi. Hanya 27% yang masih belum menentukan pilihan, yang mengindikasikan polarisasi semakin dalam dengan cepat.
Kejatuhan ini mencerminkan pola yang terlihat sebelum runtuhnya pemerintahan sebelumnya: hilangnya dukungan kelas menengah, keresahan perkotaan, dan menurunnya kepercayaan terhadap tata kelola pemerintahan. Basis pendukung Marcos di daerah pedesaan juga tergerus sebesar 15 poin, sebuah tanda yang mengkhawatirkan bagi mesin politiknya. Waktu terjadinya hal ini sangat buruk, menjelang pembahasan anggaran dan persiapan pemilihan paruh waktu (midterm).
Tokoh-tokoh oposisi sudah mulai memanfaatkan situasi ini, membingkai jajak pendapat tersebut sebagai referendum atas kegagalan kebijakan ekonomi. Tanggapan pemerintah—yang menyalahkan faktor global—gagal menyentuh hati warga Filipina yang menghadapi kenaikan harga setiap hari. Tanpa koreksi arah yang segera, Marcos berisiko menjadi "bebek lumpuh" (lame duck) sebelum masa jabatannya mencapai titik tengah.
Langkah Kekuasaan: Peringkat terendah sepanjang masa ini lebih dari sekadar angka—ini adalah gempa politik. Marcos harus beralih ke langkah-langkah bantuan ekonomi yang agresif atau menghadapi kebuntuan legislatif yang dapat melumpuhkan agendanya. 90 hari ke depan akan menentukan apakah ia akan pulih atau terjerumus ke dalam ketidakrelevanan.
Artikel ini disunting dengan bantuan AI untuk keterbacaan. Baca disini (link asli).

