Arkeolog Temukan Barak Pemadam Kebakaran Romawi Kuno di Dekat Colosseum
Baca dalam 60 detik
- Penggalian di Taman Villa Celimontana mengungkap bangunan abad kedua dengan mozaik langka yang diduga markas Vigiles, pasukan pemadam kebakaran Romawi.
- Kemiripan desain mozaik dengan barak di Ostia memperkuat dugaan bahwa bangunan itu bagian dari kompleks militer penting Kekaisaran Romawi.
- Jika terkonfirmasi, temuan ini akan mengubah peta arkeologi Bukit Caelian dan berpotensi menarik minat wisatawan serta peneliti dari seluruh dunia.

Tim arkeolog yang bekerja di kawasan Taman Villa Celimontana, tak jauh dari Colosseum, Roma, mengungkap bangunan dari abad kedua Masehi yang diduga kuat merupakan barak pasukan pemadam kebakaran Romawi kuno. Temuan yang diumumkan Rabu (5/8) ini langsung menjadi sorotan karena menyimpan mozaik dan lukisan dinding yang nyaris utuh, memberikan jendela baru bagi pemahaman tentang infrastruktur militer Kekaisaran Romawi.
Dari delapan ruangan yang teridentifikasi, lima di antaranya telah digali penuh. Bangunan itu berada di atas Bukit Caelian, salah satu dari tujuh bukit suci Roma, di dalam taman yang sebelumnya merupakan kediaman bangsawan sejak abad ke-16. Yang paling menarik perhatian adalah sebuah mozaik lantai yang menggambarkan lumba-lumba, ikan, lobster, dan kepiting yang mengelilingi vas besar bertangkai dua. Di langit-langit, para arkeolog juga menemukan sisa lukisan dengan lingkaran besar berwarna merah dan biru.
Kantor arkeologi kota Roma, yang dikenal sebagai superintendency, menyatakan bahwa desain mozaik tersebut memiliki kemiripan mencolok dengan mozaik yang pernah ditemukan di barak pemadam kebakaran di Ostia, pelabuhan kuno Roma yang berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota. Kemiripan ini menjadi petunjuk kuat bahwa bangunan di Villa Celimontana mungkin terhubung dengan barak Kohort Kelima Vigiles, pasukan pemadam kebakaran dan penjaga ketertiban malam pada masa Kekaisaran Romawi.
"Jika hipotesis ini terbukti, penemuan ini akan membantu menilai ulang skala salah satu kompleks militer terpenting di Roma kekaisaran," demikian pernyataan resmi superintendency. Vigiles sendiri memegang peran vital: selain memadamkan api, mereka juga bertugas menjaga keamanan malam. Barak di dekat bangunan ini diketahui memanfaatkan air dari saluran air terdekat, menunjukkan perencanaan logistik yang matang pada zamannya.
Namun, para arkeolog belum menutup kemungkinan bahwa bangunan ini adalah kediaman bangsawan, atau domus, yang banyak ditemukan di puncak Bukit Caelian. Kehadiran dekorasi yang rumit dan mewah justru mendukung interpretasi kedua ini. "Hanya kajian mendalam terhadap materi penggalian dan struktur yang terbuka akan memberikan informasi lebih lanjut," ujar superintendency. Penggalian ini didanai oleh dana pemulihan ekonomi Uni Eropa pasca-COVID, menunjukkan komitmen untuk terus mengungkap warisan sejarah.
Bagi Indonesia, temuan ini bukan sekadar kabar arkeologi mancanegara. Di tengah maraknya minat terhadap sejarah peradaban dunia, penemuan semacam ini kerap menjadi daya tarik wisata dan edukasi. Indonesia, dengan kekayaan situs purbakala seperti Candi Borobudur atau kompleks Majapahit, dapat mengambil pelajaran tentang bagaimana penggalian yang didanai publik dan dikelola dengan baik mampu meningkatkan pemahaman sejarah sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah siap mengalokasikan dana pemulihan ekonomi untuk proyek serupa yang berdampak jangka panjang?
Ke depan, publik menunggu hasil kajian lebih lanjut dari tim arkeolog. Jika benar bangunan ini adalah barak Vigiles, maka peta arkeologi Roma akan bertambah, dan wisatawan yang datang ke Colosseum mungkin akan memiliki destinasi baru untuk dijelajahi. Namun, jika ini adalah domus, maka cerita tentang kehidupan elite Romawi di Bukit Caelian akan semakin kaya. Apa pun hasilnya, penemuan ini membuktikan bahwa di bawah kota modern, masih banyak rahasia masa lalu yang menunggu untuk diungkap.



