Vollering Menang Sprint Etap 5 Tour de France Femmes, Reusser Tetap Kukuh di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Demi Vollering memenangi etape kelima dengan sprint akhir yang dramatis, mengalahkan pemegang yellow jersey Marlen Reusser.
- Persaingan gelar juara kini mengerucut pada tiga pembalap: Vollering, Reusser, dan Niewiadoma, dengan Mont Ventoux sebagai penentu.
- Pauline Ferrand-Prevot dan Anna van der Breggen kehilangan waktu besar dan praktis tersingkir dari perebutan gelar.

Pembalap Belanda, Demi Vollering, keluar sebagai pemenang etape kelima Tour de France Femmes setelah mengungguli pemegang yellow jersey, Marlen Reusser, dalam sprint akhir yang menegangkan di Belleville-en-Beaujolais, Kamis (15/8). Kemenangan ini menegaskan status Vollering sebagai salah satu favorit kuat untuk merebut gelar juara umum, sekaligus memanaskan persaingan menuju etape-etape penentu di pegunungan.
Etape sepanjang 140 kilometer dari Macon ini menyajikan tantangan berat, terutama pada tanjakan Mont Brouilly kategori dua dengan gradien hingga 14 persen. Pada tanjakan inilah, sekitar 10 kilometer sebelum finis, Vollering, Reusser, dan Kasia Niewiadoma berhasil melepaskan diri dari rombongan utama. Ketiganya kemudian bertarung sengit hingga garis akhir, dengan Vollering yang memulai sprint lebih awal dan berhasil mempertahankan keunggulannya hingga melewati garis.
"Balapan hari ini sangat seru. Seluruh tim bekerja keras, dan saya menikmati kemenangan seperti ini karena semua berkontribusi," ujar Vollering seusai balapan. "Saya mengerahkan segalanya hingga garis akhir. Sprintnya sangat panjang dan saya membutuhkan setiap meter, tetapi saya berhasil melakukannya."
Dengan hasil ini, Reusser tetap memimpin klasemen umum dengan keunggulan 12 detik atas Vollering, sementara Niewiadoma tertinggal 1 menit 5 detik di posisi ketiga. Persaingan gelar juara edisi kelima Tour de France Femmes ini diprediksi akan berpusat pada ketiga nama tersebut. Vollering tampil dalam performa terbaiknya dengan 11 kemenangan musim ini, Reusser menunjukkan peningkatan signifikan, dan Niewiadoma dianggap memiliki peluang besar pada etape Jumat yang berpuncak di Mont Ventoux yang legendaris.
Di sisi lain, etape ini menjadi mimpi buruk bagi juara bertahan Pauline Ferrand-Prevot. Pembalap tuan rumah yang membela Visma-Lease a Bike itu kehilangan lebih dari dua setengah menit di tengah etape, setelah sebelumnya sudah kehilangan waktu di time trial. Kini ia tertinggal lima menit dari pemimpin klasemen dan berada di peringkat ke-17 secara keseluruhan. Nasib serupa dialami Anna van der Breggen dari SD Worx-Protime, yang juga kehilangan waktu signifikan dan kini tertinggal lebih dari empat menit, praktis mengubur peluangnya untuk bersaing memperebutkan yellow jersey.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, persaingan ketat di Tour de France Femmes ini memberikan tontonan menarik, sekaligus menunjukkan bahwa balap sepeda putri semakin kompetitif dan mendunia. Meski belum ada pembalap Indonesia yang tampil di ajang ini, perkembangan ini bisa menjadi inspirasi bagi pembinaan atlet putri di tanah air, terutama dengan semakin banyaknya ajang balap internasional yang disiarkan langsung.
Dengan Mont Ventoux yang menanti di etape keenam, pertanyaan besarnya adalah: akankah Vollering mampu merebut yellow jersey dari Reusser, atau justru Niewiadoma yang akan mengejutkan? Satu hal yang pasti, persaingan menuju Paris semakin memanas dan akan menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.



