Degradasi ke Kasta Kedua, Persis Solo Hadapi Ancaman Eksodus Pemain Inti
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo resmi terdegradasi ke Championship musim 2026/2027, memicu potensi kehilangan pemain kunci seperti Muhammad Riyandi dan Zanadin Fariz yang kontraknya berakhir.
- Regulasi kasta kedua mewajibkan pelatih lokal dengan lisensi A AFC, memaksa Persis Solo melepas Milomir Seslija dan mencari nakhoda baru untuk target promosi.
- Kuota pemain asing yang dibatasi hanya tiga orang menuntut Persis Solo jeli memilih amunisi impor, meniru kesuksesan tim promosi seperti Garudayaksa FC dan PSS Sleman.
Persis Solo harus bersiap menghadapi musim yang penuh tantangan setelah resmi terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia. Kehilangan status di BRI Liga 1 tidak hanya berdampak pada prestise, tetapi juga memicu potensi hengkangnya sejumlah pemain andalan yang menjadi tulang punggung tim selama ini.
Dua nama yang paling santer dikabarkan akan pergi adalah Muhammad Riyandi dan Zanadin Fariz. Kontrak kedua pemain ini akan berakhir pada 31 Mei 2026, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda perpanjangan. Sang agen, Muly Munial, mengonfirmasi bahwa banyak klub dari kasta tertinggi telah menunjukkan minat. βKami akan berusaha agar mereka tetap bermain di Liga 1, terutama pemain yang punya potensi timnas,β ujarnya. Riyandi sendiri baru saja mendapat panggilan dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk persiapan Piala AFF 2026, sehingga keinginan untuk tetap berlaga di level tertinggi menjadi prioritas.
Selain ancaman kehilangan pemain, Persis Solo juga harus beradaptasi dengan regulasi baru di Championship. Salah satu perubahan paling signifikan adalah kewajiban menggunakan pelatih lokal dengan lisensi minimal A AFC. Hal ini otomatis mengakhiri masa bakti Milomir Seslija, pelatih asal Bosnia-Herzegovina yang menukangi Laskar Sambernyawa musim ini. Manajemen pun dituntut bergerak cepat mencari pengganti yang mampu membawa tim kembali promosi ke kasta tertinggi.
Persaingan di Championship musim depan diprediksi semakin ketat. PSIS Semarang, yang juga akan berlaga di kasta yang sama, telah bergerak cepat dengan menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala. Widodo memiliki rekam jejak impresif: ia sukses membawa Garudayaksa FC juara Pegadaian Championship 2025/2026 dan sebelumnya mengantarkan Persijap Jepara promosi pada musim 2024/2025. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Persis Solo harus segera menyusun strategi agar tidak tertinggal dari rival sekotanya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, masa depan Persis Solo di kasta kedua sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mempertahankan pemain kunci, merekrut pelatih lokal berkualitas, dan memilih pemain asing yang tepat. Jika langkah-langkah ini dapat dijalankan dengan baik, bukan tidak mungkin Laskar Sambernyawa akan segera kembali ke BRI Liga 1 dalam waktu dekat.



