Kembali ke Timnas Italia, Mancini Dapat Restu Ibu: 'Semoga Raih Trofi Lagi'
Baca dalam 60 detik
- Roberto Mancini resmi kembali menjadi pelatih Italia setelah dua tahun meninggalkan posisi tersebut untuk menangani Arab Saudi dan Al-Sadd.
- Ibu Mancini, Marianna, mengaku senang karena putranya bisa lebih dekat dengan keluarga dan berharap ia meraih prestasi besar lagi.
- FIGC berencana melanjutkan program revitalisasi akademi muda, sejalan dengan harapan sang ibu untuk menggali kembali bakat lokal Italia.

Presiden FIGC Giovanni Malagò secara resmi mengumumkan Roberto Mancini sebagai pelatih anyar tim nasional Italia pada Selasa sore. Keputusan ini menandai kembalinya arsitek kemenangan Euro 2020 setelah vakum dua tahun dari kursi panas Azzurri.
Mancini sebelumnya hengkang pada 2023 untuk menangani tim nasional Arab Saudi, lalu berlabuh di klub Qatar Stars League, Al-Sadd. Perpindahan itulah yang membuat sebagian penggemar Italia kecewa, terutama karena ia pergi begitu saja di tengah proses regenerasi tim.
“Saya sangat bahagia,” kata Marianna Puolo, ibunda Mancini, kepada kantor berita ANSA. “Ini lebih baik karena dia bisa lebih dekat dengan kami. Tahun lalu sangat mengerikan, dengan perang di sekitar sana.” Ia merujuk pada situasi geopolitik di Timur Tengah yang membuatnya khawatir.
Meski pria berusia 60 tahun itu membawa pulang trofi Piala Eropa, banyak pihak masih mempertanyakan loyalitasnya. Namun sang ibu membela: “Dia orang yang serius. Saat dia mengatakan apa yang bisa dan akan dia lakukan, dia benar-benar sungguh-sungguh. Tapi Anda juga perlu bisa mengandalkan orang yang tepat untuk proyek kemenangan.”
FIGC berencana melanjutkan rencana ambisius merombak akademi muda Italia, sesuatu yang didukung penuh oleh Marianna. “Kita harus kembali menemukan dan mengembangkan bakat Italia. Dulu ada orang-orang yang bisa mengidentifikasi pemain muda berkualitas, dan pekerjaan itu perlu digiatkan lagi,” ujarnya.
Mancini sendiri adalah produk dari sistem akademi yang ia bicarakan; ia menjalani debut Serie A saat remaja. “Sejak kecil, dia memberikan segalanya, sepak bola ada di darahnya. Ayahnya, Aldo, selalu menemaninya ke mana pun, itu dukungan luar biasa,” kenang Marianna.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kepulangan Mancini ke timnas Italia menjadi cerita menarik. Banyak yang mengikuti perjalanan Italia sejak Euro 2020 dan mengagumi gaya sepak bola menyerang yang diterapkannya. Kembalinya Mancini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Italia di pentas internasional, sekaligus menjadi tolok ukur bagi pengembangan pelatih lokal di Tanah Air.
“Sekarang saya berharap dia bisa meraih kemenangan besar lainnya, saya sangat menginginkannya. Yang akan saya katakan padanya hanyalah semoga beruntung,” pungkas Marianna. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan federasi, Mancini kini menghadapi tantangan membangun kembali tim nasional Italia yang sempat meredup. Bisakah ia mengulang sukses seperti lima tahun silam? Semua mata akan tertuju pada skuad yang ia bentuk untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.



