Jesper Lindstrom Gagal di Italia, Kini Dipinjamkan Napoli ke Schalke 04
Baca dalam 60 detik
- Napoli dan Schalke 04 mencapai kata sepakat untuk peminjaman Jesper Lindstrom, setelah pemain Denmark itu gagal memenuhi ekspektasi di Serie A.
- Lindstrom, yang dibeli seharga โฌ30 juta pada 2023, tidak mencetak gol atau assist dalam 29 pertandingan kompetitif bersama Napoli, lalu dipinjamkan ke Everton dan Wolfsburg tanpa hasil permanen.
- Kesepakatan baru ini belum mencakup opsi pembelian, membuat masa depan Lindstrom di Napoli masih tidak pasti hingga kontraknya berakhir pada 2028.

Napoli akhirnya menemukan pelabuhan baru untuk Jesper Lindstrom. Klub asal Jerman, Schalke 04, dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk meminjam gelandang serang Denmark tersebut selama satu musim. Langkah ini menjadi babak baru bagi pemain berusia 24 tahun yang gagal bersinar di Italia sejak didatangkan dengan harga mahal pada 2023.
Lindstrom diboyong Napoli dari Eintracht Frankfurt pada musim panas 2023 dengan biaya transfer mencapai โฌ30 juta plus bonus. Namun, ekspektasi tinggi itu sirna begitu saja. Dalam 29 penampilan kompetitif di semua ajang, ia tak mampu menyumbangkan satu gol pun atau assist. Performa buruknya membuat Napoli cepat kehilangan kesabaran. Pada paruh kedua musim 2023/24, ia dipinjamkan ke Everton di Liga Inggris, tetapi lagi-lagi gagal menunjukkan tajinya. Musim lalu, ia kembali dipinjamkan ke Wolfsburg di Bundesliga, namun klub Jerman itu memilih tidak mempermanenkannya.
Kini, Schalke 04 yang tengah berjuang kembali ke papan atas Bundesliga menjadi tujuan berikutnya. Menurut laporan Sky Sport Italia dan Sky Sports Deutschland, negosiasi personal terms telah rampung. Kesepakatan ini masih berupa peminjaman murni, tanpa kejelasan apakah akan ada opsi pembelian di akhir masa pinjam. Situasi ini tentu menjadi dilema bagi Napoli: Lindstrom masih terikat kontrak hingga Juni 2028, tetapi nilai pasarnya terus menurun.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Lindstrom menjadi cermin bahwa tak semua pemain mahal langsung beradaptasi. Liga Italia terkenal dengan taktik defensif yang ketat, dan kegagalan Lindstrom bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia yang gemar berbelanja pemain Eropa. Selain itu, Schalke 04 memiliki basis sufan yang cukup besar di Indonesia, sehingga peminjaman ini berpotensi menyedot perhatian publik Tanah Air. Apakah Lindstrom akan bangkit seperti pemain Denmark lain yang sukses di Bundesliga, atau justru tenggelam lebih dalam?
Napoli sendiri tengah dalam masa transisi di bawah kepelatihan baru. Melepas pemain yang tak masuk rencana adalah langkah logis, namun jika Lindstrom bersinar di Schalke, klub Italia itu bisa menyesal. Sebaliknya, jika gagal lagi, Napoli harus memikirkan jalan keluar lainโmungkin menjual dengan harga miring atau bahkan mengakhiri kontrak. Yang jelas, petualangan Lindstrom di level tertinggi Eropa tengah berada di persimpangan.
Musim depan, Schalke 04 akan kembali ke Bundesliga 2? Atau justru promosi? Kinerja Lindstrom bisa menjadi faktor kunci. Pertanyaan besarnya: akankah ia mampu memanfaatkan kesempatan terakhir ini untuk menyelamatkan kariernya?



