Pemkot Jambi Padukan Pelestarian Batik dan Ekonomi Kreatif Lewat Fashion Show OPD
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kota Jambi menggelar lomba fashion show batik yang melibatkan seluruh OPD sebagai bagian dari perayaan HUT ke-2026.
- Wali Kota Maulana menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi memperkuat identitas budaya dan mendorong UMKM lokal.
- Regulasi penggunaan batik Jambi di hari Kamis menjadi bukti komitmen daerah dalam membumikan produk budaya sekaligus menggerakkan sektor fashion.

Pemerintah Kota Jambi memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jambi 2026 untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Salah satu langkah konkretnya adalah menyelenggarakan Lomba Fashion Show Batik Jambi yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (26/5/2026).
Ajang tersebut tidak hanya sekadar peragaan busana, tetapi juga menjadi panggung promosi batik Jambi sebagai produk budaya dan ekonomi lokal yang terus berkembang. Beragam motif dan desain batik khas Jambi ditampilkan di atas catwalk, disambut antusias oleh para pendukung dari masing-masing OPD. Suasana semakin semarak ketika para pemimpin daerah turut berpartisipasi; Wali Kota Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, serta Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha bersama Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, tampil memperagakan busana batik khas Jambi di hadapan peserta dan tamu undangan.
Wali Kota Maulana menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kebanggaan terhadap budaya daerah. “Melalui kegiatan fashion show batik ini, kita ingin menunjukkan bahwa batik Jambi bukan sekadar busana, melainkan identitas budaya yang sarat makna, nilai seni, dan kearifan lokal,” ujarnya. Menurutnya, aparatur pemerintah tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga aktif mempromosikan budaya daerah. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif agar memberi dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama bagi para pengrajin dan pelaku UMKM batik.
Lebih jauh, Maulana menilai sektor fashion berbasis batik memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Masyarakat diajak untuk lebih bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM. “Kita harus dorong para pengrajin batik Jambi dengan membelinya melalui UMKM lokal, karena salah satu pendorong ekonomi di Kota Jambi ada di bidang fashion,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Pemkot Jambi telah memiliki regulasi penggunaan batik Jambi dalam berbagai kegiatan resmi, termasuk kewajiban mengenakan batik pada hari Kamis sebagai bentuk afirmasi terhadap produk budaya lokal.
Melalui fashion show ini, Pemkot Jambi tidak hanya merayakan hari jadi kota, tetapi juga mempertegas arah pembangunan berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Batik Jambi diposisikan sebagai identitas daerah sekaligus peluang ekonomi yang terus tumbuh. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digalakkan untuk memperkenalkan batik Jambi ke kancah internasional, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya asli Kota Jambi.



