Trio Brasil Persija Curhat di Akhir Musim: Antara Rasa Bangga dan Ketidakpastian Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Tiga pemain asing Persija asal Brasil mengungkapkan perasaan campur aduk setelah finis di peringkat ketiga BRI Liga 1 2025/2026.
- Allano Lima, Fabio Calonego, dan Maxwell Souza menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter dan rekan setim, namun masa depan mereka di klub masih belum jelas.
- Statistik impresif Maxwell sebagai top skor tim kontras dengan kritik yang diterimanya, sementara Allano dan Calonego menunjukkan performa konsisten.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6727381/original/078663300_1779541970-20260523AA_Persija_Jakarta_vs_Semen_Padang-14.jpg)
Musim BRI Liga 1 2025/2026 resmi berakhir dengan Persija Jakarta harus puas di posisi ketiga, di bawah Persib Bandung yang meraih gelar juara dan Borneo FC Samarinda sebagai runner-up. Di tengah pencapaian tersebut, tiga pemain asing asal Brasil—Allano Lima, Fabio Calonego, dan Maxwell Souza—meluapkan isi hati mereka melalui media sosial, memicu spekulasi mengenai kelanjutan karier mereka di klub ibu kota.
Allano Lima, winger berusia 31 tahun yang baru bergabung awal musim dengan kontrak satu tahun, menuliskan pesan penuh syukur di Instagram. Ia menegaskan bahwa perjuangan tim telah maksimal meski hasil akhir tidak sesuai impian. Dalam 29 penampilan, Allano mencatatkan sembilan gol dan sembilan assist, namun juga mengoleksi 12 kartu kuning dan satu kartu merah—menunjukkan sisi agresif yang kerap menjadi pedang bermata dua. Masa depannya di Persija masih belum pasti, mengingat kontraknya hanya berlaku semusim.
Fabio Calonego, gelandang bertahan berusia 28 tahun, tampil dalam 30 laga dengan torehan tiga gol dan tujuh assist. Ia menyoroti kebanggaan bisa menjadi bagian dari tim yang mencatatkan poin tertinggi dalam sejarah klub. "Kami memiliki tujuan yang jelas, yaitu meraih gelar liga, tetapi sayangnya tidak semua berjalan seperti yang kami inginkan. Finis di peringkat ketiga dalam kompetisi seketat ini bukanlah hal yang mudah," ujarnya. Calonego juga menekankan bahwa gelar juara hanya soal waktu jika tim terus berada di jalur yang benar.
Maxwell Souza, penyerang berusia 31 tahun yang menjadi top skor tim dengan 16 gol dan empat assist, menutup musim dengan gol ke gawang Semen Padang. Ia mengaku bersyukur atas perjalanan musim ini dan menyebut timnya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia bela. "Kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar posisi ketiga, tetapi Tuhanlah yang mengetahui segalanya," tulisnya. Meski kerap dikritik, statistiknya membuktikan efektivitasnya di depan gawang.
Ungkapan ketiga pemain ini memberikan gambaran tentang atmosfer internal tim. Di satu sisi, ada rasa bangga atas pencapaian rekor poin tertinggi klub. Di sisi lain, kegagalan merebut gelar meninggalkan kekecewaan. Dengan kontrak Allano yang hanya setahun, serta performa Calonego dan Maxwell yang solid, manajemen Persija dihadapkan pada keputusan strategis: mempertahankan trio Brasil ini atau mencari opsi baru untuk musim depan. Kepastian akan terjawab dalam bursa transfer mendatang.



