Rano Karno Pimpin Salat Idul Adha di Balai Kota, Imbau Warga Jaga Ketertiban Kurban
Baca dalam 60 detik
- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno akan melaksanakan Salat Idul Adha di Balai Kota pada 27 Mei 2026, menggantikan Gubernur Pramono Anung yang sedang menunaikan ibadah haji.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan distribusi hewan kurban telah diperhitungkan secara matang untuk menghindari kekurangan pasokan di wilayah ibu kota.
- PT TransJakarta menyesuaikan jam operasional menjadi pukul 09.00 WIB pada hari raya guna memberi kesempatan petugas beribadah, dengan imbauan agar penumpang merencanakan perjalanan lebih awal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505396/original/010086500_1771385954-Wagub_Rano.jpeg)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dijadwalkan memimpin Salat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 27 Mei 2026. Kehadirannya menggantikan Gubernur Pramono Anung yang saat ini sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Rano menyatakan akan meninjau sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban usai salat untuk memastikan proses berjalan lancar.
Menjelang perayaan Idul Adha, Rano mengimbau masyarakat agar pelaksanaan ibadah kurban berlangsung tertib dan aman. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara panitia kurban dan pihak terkait untuk menjamin distribusi daging kurban merata hingga ke seluruh wilayah Jakarta. "Yang pasti sebelum dipotong kurban, pasti sudah dihitung jumlah, jadi nggak mungkin kurang," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran warga akan potensi kelangkaan daging kurban.
Di sisi lain, PT TransJakarta mengumumkan penyesuaian jam operasional pada hari yang sama. Layanan reguler yang biasanya dimulai pukul 05.00 WIB akan dimundurkan menjadi pukul 09.00 WIB. Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan petugas yang ingin melaksanakan ibadah Idul Adha, sekaligus menjaga kualitas layanan bagi pengguna. "Penyesuaian operasional pada Hari Raya Idul Adha ini dilakukan agar layanan tetap berjalan dengan baik sekaligus memberikan kesempatan bagi petugas untuk menjalankan ibadah," kata Ayu.
Penyesuaian ini berlaku di seluruh koridor TransJakarta, termasuk BRT, Non BRT, dan Mikrotrans. Perusahaan transportasi publik itu mengimbau para pelanggan untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memantau informasi terbaru melalui aplikasi TJ:Transjakarta, media sosial resmi, atau layanan pelanggan 1500-102. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan mobilitas warga yang tetap membutuhkan transportasi umum pada hari raya.
Kombinasi antara imbauan ketertiban kurban dari Wagub dan penyesuaian layanan TransJakarta menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menyeimbangkan aspek ibadah dan pelayanan publik. Dengan perencanaan yang matang, Idul Adha di Jakarta diharapkan berlangsung khidmat tanpa mengorbankan kebutuhan dasar warga akan transportasi dan distribusi hewan kurban. Ke depan, koordinasi serupa dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menyelenggarakan hari besar keagamaan secara tertib dan inklusif.


