Nagatitan chaiyaphumensis: Fosil Sauropoda Raksasa yang Mengukuhkan Thailand sebagai Surga Dinosaurus Asia Tenggara
Baca dalam 60 detik
- Fosil Nagatitan chaiyaphumensis ditemukan di Thailand pada 2016 dan diidentifikasi sebagai sauropoda raksasa dengan panjang 27 meter dan berat 27 ton.
- Penemuan ini merupakan fosil sauropoda paling lengkap di Asia Tenggara, mengungkap adaptasi evolusioner unik seperti tulang berongga dan leher panjang sebagai radiator.
- Nagatitan diyakini sebagai titan terakhir di kawasan itu karena habitat daratnya hilang akibat naiknya permukaan laut pada akhir periode Kapur Awal.

Penemuan fosil Nagatitan chaiyaphumensis di Provinsi Chaiyaphum, Thailand, menambah daftar panjang koleksi fosil hewan purba yang menegaskan Thailand sebagai surga dinosaurus Asia Tenggara. Fosil ini ditemukan pada musim kemarau 2016 oleh seorang pemancing bernama Thanom Luangnan, yang melaporkan bongkahan tulang mencurigakan ke Departemen Sumber Daya Mineral Thailand. Tim peneliti kemudian melakukan penggalian dan menemukan 20 fosil, termasuk humerus kanan sepanjang 1,78 meter yang melampaui tinggi manusia dewasa.
Penelitian sempat terhambat karena pendanaan berhenti pada 2020, namun pada 2023 National Geographic Society memberikan hibah riset, didukung oleh Mahasarakham University dan Perhimpunan Geologi Thailand. Kolaborasi Project Thaitan melibatkan University College London (UCL) dan institusi Thailand, menghasilkan publikasi di Scientific Reports pada 14 Mei 2026. Tim memperkirakan massa tubuh sauropoda ini sekitar 27 ton (setara 9 gajah Asia) dan panjang 27 meter, menjadikannya dinosaurus ke-14 yang ditemukan di Thailand.
Panjang tubuh: 27 meter
Berat: 27 ton
Humerus kanan: 1,78 meter
Femur kanan: lebih dari 2 meter
Periode: Kapur Awal (100โ120 juta tahun lalu)
Lokasi: Formasi Khok Kruat, Thailand timur laut
Nagatitan hidup di ekosistem sabana semi-gersang dengan vegetasi konifer dan pakis biji. Adaptasi evolusionernya mencakup tulang berongga (pneumatisitas) yang ringan namun kokoh, serta leher panjang yang berfungsi sebagai radiator biologis untuk melepaskan panas. Menurut Paul Upchurch, salah satu peneliti, permukaan kulit yang luas di leher dan dada, ditambah sistem kantung udara, memungkinkan pelepasan panas setiap kali bernapas. Ini penting untuk mencegah overheating di iklim rumah kaca ekstrem pada masa itu.
Secara taksonomi, Nagatitan termasuk dalam kelompok somphospondylan titanosauriforms, cabang Euhelopodidae yang berevolusi terpisah dari raksasa Gondwana. Namun, Formasi Khok Kruat merupakan lapisan fosil darat termuda di Thailand; setelah itu, habitat darat hilang akibat naiknya permukaan laut. Thitiwoot Sethapanichsakul, paleontolog muda Thailand, menyatakan bahwa Nagatitan mungkin adalah sauropoda besar terakhir yang akan ditemukan di Asia Tenggara. Rekonstruksi seukuran aslinya kini dipamerkan di Thainosaur Museum, Bangkok.


