Newcastle United Incar Kiper Muda Reims Ewen Jaouen untuk Perkuat Sektor Gawang
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan Reims dan agen Ewen Jaouen untuk transfer kiper berusia 20 tahun tersebut.
- Kiper setinggi 198 cm itu mencatatkan 15 clean sheet di Ligue 2 musim lalu, tertinggi di divisi kedua Prancis.
- Meski potensial, Jaouen belum berpengalaman di liga top Eropa, sehingga Newcastle mungkin tetap mencari kiper senior.
Newcastle United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengincar kiper muda Reims, Ewen Jaouen, setelah musim yang mengecewakan di Premier League. Klub asal timur laut Inggris itu telah menggelar pembicaraan dengan klub Ligue 2 Prancis tersebut dan perwakilan sang pemain, dengan nilai transfer diperkirakan mencapai €15-20 juta (sekitar £13-17 juta).
Keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru tak lepas dari performa buruk Newcastle musim lalu. The Magpies finis di peringkat ke-12 klasemen Premier League, kebobolan 55 gol, dan kiper utama Nick Pope mendapat kritik tajam. Manajer Eddie Howe bahkan kerap berganti-ganti pilihan di bawah mistar antara Pope dan Aaron Ramsdale tanpa menemukan sosok yang konsisten. Legenda klub Alan Shearer pun mendesak Howe untuk melakukan perombakan besar-besaran dengan melepas enam hingga tujuh pemain dan mendatangkan wajah baru.
Jaouen, yang digambarkan sebagai kiper "sangat cerdas" oleh mantan pelatihnya Luis Castro, mencatatkan 15 clean sheet bersama Reims di Ligue 2 musim 2025/26—terbanyak di antara semua kiper di kasta kedua Prancis. Dengan tinggi 198 cm, ia dianggap memiliki postur ideal untuk menghadapi bola-bola udara, salah satu kelemahan Newcastle musim lalu. Namun, Jaouen baru berusia 20 tahun dan belum pernah bermain di liga top Eropa, sehingga langkah ini dinilai berisiko jika tidak diimbangi dengan rekrutan kiper senior.
Persaingan pun tak mudah. Tottenham Hotspur dan Brighton & Hove Albion dikabarkan juga memantau situasi Jaouen, yang masih terikat kontrak hingga 2029. Newcastle berharap dapat menyelesaikan kesepakatan dalam waktu dekat, mengingat kebutuhan mendesak di posisi kiper. Namun, belum ada kesepakatan final, dan klub masih harus meyakinkan Reims serta sang pemain untuk memilih St James' Park.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Newcastle ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League mulai melirik bakat-bakat muda dari liga sekunder Eropa. Jaouen, yang belum pernah memperkuat timnas Prancis di level senior, bisa menjadi contoh pemain yang berkembang di luar sorotan media besar. Jika transfer ini berhasil, ia akan menjadi salah satu kiper termahal yang direkrut dari Ligue 2, menandai perubahan strategi Newcastle yang sebelumnya lebih banyak merekrut pemain berpengalaman.
Pertanyaan besarnya: apakah Jaouen siap menghadapi tekanan Premier League? Dengan persaingan ketat dan ekspektasi tinggi, Newcastle mungkin perlu mendatangkan kiper senior sebagai mentor sekaligus opsi utama. Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi kebijakan transfer klub di bawah arahan Eddie Howe.



