Gagal ke Piala Dunia, Italia Kehilangan Bintang Muda ke Australia
Baca dalam 60 detik
- Gelandang 22 tahun Cristian Volpato resmi beralih kewarganegaraan sepak bola dari Italia ke Australia menjelang Piala Dunia 2026.
- Volpato sebelumnya menolak panggilan Australia pada 2022 demi fokus di klub Italia, namun kini memilih Socceroos setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia.
- Keputusan ini memperkuat lini tengah Australia yang kehilangan Riley McGree akibat cedera, sekaligus menjadi pukulan bagi regenerasi Italia.

Cristian Volpato, mantan pemain timnas U-21 Italia, resmi mengalihkan kewarganegaraan sepak bolanya ke Australia dan akan bergabung dalam skuad Socceroos untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah Italia gagal lolos ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun pada Maret lalu, memicu kekosongan di tubuh federasi sepak bola Italia.
Gelandang berusia 22 tahun yang lahir dan besar di Sydney ini memulai karier profesionalnya di Italia setelah bergabung dengan akademi AS Roma pada 2020. Ia kemudian pindah ke Sassuolo pada 2023 dan sempat membela Italia di level U-21 sebanyak sembilan kali dengan torehan satu gol. Namun, karena hanya tampil di level junior, Volpato memenuhi syarat untuk beralih negara sesuai regulasi FIFA.
Football Australia mengonfirmasi telah menerima surat pelepasan dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan mengajukan dokumen terkait ke FIFA. Saat ini, badan sepak bola dunia tengah memproses ratifikasi keputusan Volpato. Pemain tersebut telah masuk dalam skuad sementara Australia dan akan mengikuti pemusatan latihan di Los Angeles sebelum pelatih Tony Popovic mengumumkan 26 pemain final pada Senin (1/6).
Menariknya, Volpato sebelumnya menolak kesempatan membela Australia pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, ia mengaku ingin fokus pada karier klubnya di Italia dan tidak ingin membuat keputusan tergesa-gesa yang berisiko prematur. “Saya senang menunggu Italia,” ujarnya saat itu. Namun, setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan kekosongan kepemimpinan di FIGC—pelatih Gennaro Gattuso serta presiden Gabriele Gravina mengundurkan diri dan belum digantikan—Volpato akhirnya memilih Australia.
Keputusan Volpato menjadi angin segar bagi Australia yang baru saja kehilangan playmaker andalannya, Riley McGree, akibat cedera hamstring pada final play-off Championship. McGree, yang memperkuat Middlesbrough, dipastikan absen di turnamen. Kehadiran Volpato diharapkan bisa mengisi kekosongan di lini tengah Socceroos yang akan memulai kampanye melawan Turki pada 14 Juni, disusul Amerika Serikat dan Paraguay.
Bagi Indonesia, perpindahan Volpato menjadi pengingat betapa pentingnya mengamankan pemain diaspora sejak dini. Dengan banyaknya pemain keturunan Indonesia yang bermain di Eropa, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) perlu belajar dari kasus ini: jika tidak segera memanggil dan memberikan kesempatan, pemain potensial bisa memilih negara lain. Volpato sendiri adalah contoh nyata bagaimana pemain yang sempat menolak panggilan bisa berbalik arah ketika peluang tampil di Piala Dunia terbuka.
Ke depan, Australia akan menghadapi tantangan berat di Grup yang dihuni Turki, Amerika Serikat, dan Paraguay. Namun, dengan tambahan amunisi seperti Volpato, peluang Socceroos untuk melaju ke fase gugur semakin terbuka. Pertanyaannya, mampukah Volpato beradaptasi cepat dengan skema permainan Tony Popovic? Atau justru keputusan ini akan menjadi bumerang jika ia gagal menunjukkan performa terbaiknya?



