Wolfsburg Terdegradasi dari Bundesliga Setelah 29 Musim, Akhir dari Era Kejayaan
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan 2-1 dari Paderborn di babak perpanjangan waktu play-off memastikan Wolfsburg turun kasta setelah 29 tahun bertahan di Bundesliga.
- Klub asal Lower Saxony ini sebelumnya sempat menjadi langganan kompetisi Eropa, termasuk mencapai perempat final Liga Champions 2015/16 dan menjuarai DFB-Pokal 2015.
- Degradasi ini menjadi pukulan berat bagi Wolfsburg yang pernah meraih gelar Bundesliga 2009 dengan duet maut Grafite dan Edin Džeko.

VfL Wolfsburg secara resmi terdegradasi dari Bundesliga setelah menjalani 29 musim berturut-turut di kasta tertinggi sepak bola Jerman. Kepastian itu didapat setelah mereka kalah 2-1 dari SC Paderborn dalam laga leg kedua play-off degradasi yang berlangsung Senin malam. Hasil tersebut membuat Paderborn promosi ke Bundesliga, sementara Wolfsburg harus turun kasta untuk pertama kalinya sejak promosi pada 1997.
Sepanjang musim 2025/26, Wolfsburg memang bergelut di papan bawah. Mereka sempat berada di zona merah otomatis, namun berhasil keluar berkat raihan lima poin dari tiga pertandingan pada pekan ke-30 hingga 32. Pada hari terakhir musim reguler, mereka mengalahkan St. Pauli yang justru terdegradasi, sehingga Wolfsburg berhak mengikuti play-off. Namun, setelah bermain imbang 0-0 di kandang pada leg pertama, mereka takluk 2-1 di Paderborn setelah babak perpanjangan waktu.
Kiprah Wolfsburg di Bundesliga tidak lepas dari kenangan manis. Pada musim 2008/09, di bawah asuhan Felix Magath, mereka mengejutkan Jerman dengan merebut gelar juara untuk pertama kalinya. Saat itu, duet striker Grafite dan Edin Džeko mencetak total 54 gol – rekor duet gol terbanyak dalam satu musim Bundesliga yang masih bertahan. Gelandang Zvjezdan Misimović juga mencatatkan 20 assist, rekor yang kemudian disamai Kevin De Bruyne pada 2015 dan dipecahkan Thomas Müller pada 2019/20.
Era keemasan berlanjut di bawah asuhan Dieter Hecking. Pada 2014/15, Wolfsburg menjadi runner-up Bundesliga di belakang Bayern München, namun berhasil merebut DFB-Pokal setelah mengalahkan Borussia Dortmund di final. Mereka juga menjuarai DFL-Supercup dengan mengalahkan Bayern. Di kancah Eropa, Wolfsburg mencapai perempat final Liga Champions 2015/16, di mana mereka sempat menyulitkan Real Madrid sebelum akhirnya tersingkir.
Namun, setelah musim 2020/21, performa Wolfsburg menurun drastis. Mereka gagal mempertahankan konsistensi dan akhirnya harus menerima kenyataan pahit degradasi. Bagi klub yang pernah menjadi langganan kompetisi Eropa, turun ke divisi dua merupakan pukulan berat. Manajemen kini harus menyusun strategi untuk segera bangkit dan kembali ke Bundesliga, mengingat potensi finansial dan basis suporter yang masih kuat.
Degradasi ini juga menjadi pengingat betapa kompetitifnya Bundesliga. Klub seperti Wolfsburg yang sempat berjaya di level tertinggi bisa jatuh dalam waktu singkat. Kini, perhatian publik sepak bola Jerman tertuju pada bagaimana Wolfsburg akan merespons tantangan ini. Apakah mereka akan mampu mengikuti jejak klub-klub lain yang langsung promosi kembali, atau justru terpuruk lebih lama? Hanya waktu yang bisa menjawab.



