West Ham Bersiap Rekrut Scott Parker: Eks Gelandang Jadi Kandidat Utama Pelatih Baru
Baca dalam 60 detik
- West Ham resmi terdegradasi ke Championship setelah 14 tahun di Premier League, memicu rencana perombakan besar di tubuh klub.
- Nuno EspĂrito Santo dipastikan akan dipecat setelah pertemuan krisis; kontraknya memuat klausul pemutusan tanpa kompensasi pasca-degradasi.
- Scott Parker, mantan pemain West Ham, menjadi kandidat terdepan berkat rekor tiga promosi dari Championship dalam enam tahun terakhir.
West Ham United harus menerima kenyataan pahit setelah kekalahan Tottenham atas Everton memastikan degradasi mereka dari Premier League. Meski menekuk Leeds United 3-0 di London Stadium, hasil itu tak berarti apa-apa karena The Hammers harus turun kasta setelah 14 tahun berlaga di divisi teratas. Catatan poin tertinggi untuk tim degradasi dalam 15 tahun terakhir tak mampu menghibur para pendukung yang kecewa dengan musim penuh kekacauan internal dan performa di bawah standar.
Manajer Nuno EspĂrito Santo dilaporkan telah dipanggil dalam pertemuan darurat dengan petinggi klub, dan spekulasi menyebut pria berusia 52 tahun itu akan segera dipecat. Kontrak Nuno memungkinkan West Ham memutus kerja sama tanpa kompensasi setelah degradasi, demikian pula sebaliknya. Masa kepelatihannya selama delapan bulan—12 kemenangan dari 37 laga sejak menggantikan Graham Potter—hampir pasti berakhir. Potter sebelumnya hanya mengoleksi tiga poin dari lima pertandingan awal dan meninggalkan klub di posisi ke-19.
Nuno sempat membangkitkan performa tim pada Januari, namun peningkatan itu tidak bertahan lama. Keretakan ruang ganti mencapai puncak setelah pertengkaran sengit dengan bek Jean-Clair Todibo usai laga kedua terakhir musim ini. Todibo dikabarkan menyatakan tidak akan bermain lagi di bawah asuhan Nuno, menandakan hubungan yang sudah tak bisa diperbaiki.
Kini perhatian beralih ke calon pengganti. Menurut laporan TEAMtalk, mantan gelandang West Ham, Scott Parker, menjadi kandidat yang paling santer disebut. Parker, 45 tahun, meninggalkan Burnley pada April setelah The Clarets juga terdegradasi. Ia dikabarkan sangat antusias dengan peluang kembali ke London Stadium, tempatnya bermain selama empat tahun (2007–2011) dan meraih penghargaan Pemain Terbaik versi Asosiasi Penulis Sepak Bola Inggris di musim terakhirnya.
Direktur olahraga West Ham, Mark Noble, disebut-sebut sangat mendukung ide merekrut Parker. Keduanya pernah menjadi rekan setim di lini tengah The Hammers, dan hubungan baik itu diyakini bisa menjadi faktor penentu. Sumber internal klub menilai reunifikasi dua mantan pemain—satu di kursi pelatih, satu lagi di ruang direksi—akan menjadi pernyataan besar menjelang petualangan West Ham di Championship.
“Parker memiliki rekor promosi yang sulit ditandingi. Ia berhasil membawa Fulham (2020), Bournemouth (2022), dan Burnley (2024) kembali ke Premier League. Hanya Steve Bruce yang memiliki lebih banyak promosi Championship (empat) dalam sejarah divisi ini.”
Meski dua kali gagal di Premier League bersama Fulham dan Bournemouth, serta hanya bertahan 12 laga di Club Brugge, Parker terbukti nyaris sempurna di level Championship. Kemampuannya membangun tim yang langsung promosi menjadi nilai jual utama bagi West Ham yang kini harus membangun ulang skuad. Pertemuan dengan Nuno diperkirakan akan segera menghasilkan keputusan, dan setelah itu perburuan pelatih baru akan dimulai. Parker, tampaknya, sudah siap menanti.



