De Zerbi Minta Spurs Tampil Berdarah-darah demi Bertahan di Premier League
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menuntut timnya bermain dengan semangat juang tinggi pada laga penentuan melawan Everton, Minggu (22/5).
- Kapten Cristian Romero absen karena cedera dan memilih pulang ke Argentina untuk pemulihan, namun De Zerbi menolak menjadikannya alasan kegagalan.
- Hasil imbang saja sudah cukup bagi Spurs untuk mengamankan tempat di Premier League musim depan berkat keunggulan selisih gol.
Menjelang pertandingan hidup-mati melawan Everton, manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi dengan tegas meminta anak asuhnya bermain dengan 'darah, karakter, dan semangat'. Ia mengabaikan kontroversi kepergian kapten Cristian Romero yang memilih menjalani rehabilitasi di Argentina menjelang Piala Dunia, meski klub sedang terancam degradasi.
De Zerbi menegaskan bahwa ia tidak akan terpengaruh oleh kritik terhadap Romero. "Bersama saya, dia selalu menunjukkan keinginan untuk bersama tim. Dia cedera. Saya tidak bodoh," ujar pelatih asal Italia itu dalam konferensi pers Jumat (20/5). Ia menambahkan bahwa kehadiran Romero di stadion tidak akan mengubah apa pun, dan ia lebih memilih fokus pada pertandingan.
Saat ini Spurs berada di peringkat ke-16 dengan keunggulan dua poin dari zona degradasi. Hasil imbang melawan Everton yang berada di posisi ke-12 hampir pasti sudah cukup untuk bertahan, mengingat selisih gol Spurs jauh lebih baik dibandingkan West Ham United yang berada di peringkat ke-18.
De Zerbi mengingatkan timnya tentang final Europa League musim lalu yang berhasil mereka menangkan. "Mereka bermain bagus di final dan meraih trofi. Mungkin ada bonus. Setelah besok, tidak ada trofi atau bonus, ada sesuatu yang lebih penting: masa depan dan sejarah klub. Harga diri para pemain dan martabat kita semua," tegasnya.
Kabar baik datang dari kembalinya penyerang Dominic Solanke yang telah pulih dari cedera hamstring setelah absen hampir sebulan. De Zerbi masih akan memutuskan apakah Solanke akan dimainkan sejak awal atau tidak. Bek Djed Spence juga tersedia setelah mengalami patah rahang saat kekalahan dari Chelsea.
Menghadapi tekanan besar, De Zerbi justru melihatnya sebagai peluang. "Tekanan itu bagus. Tergantung apakah Anda mampu berpikir, tetap kuat, tetap positif... pertandingan seperti ini bisa membuat Anda menjadi lebih baik sebagai pelatih, pemain, dan manusia," katanya. Ia percaya bahwa melalui masa-masa sulit, seseorang dapat berkembang lebih pesat.
Pertandingan Tottenham melawan Everton akan menjadi panggung pembuktian apakah semangat juang yang diminta De Zerbi benar-benar terwujud, atau justru menjadi akhir dari perjalanan mereka di Premier League.



