Robbie Keane Tinggalkan Ferencvaros, Crystal Palace Makin Serius Kejar Eks Bek Leeds
Baca dalam 60 detik
- Robbie Keane resmi mundur dari kursi pelatih Ferencvaros setelah mengantarkan klub Hungaria itu meraih gelar liga dan piala domestik.
- Kepergian Keane membuka peluang bagi Crystal Palace yang sejak Februari lalu sudah memantau sang pelatih asal Irlandia sebagai kandidat pengganti Oliver Glasner.
- Persaingan merebut Keane kian ketat dengan Celtic dan Slovan Bratislava juga mengincarnya, namun tawaran Premier League dan potensi Eropa dari Palace menjadi daya tarik utama.

Crystal Palace mendapatkan angin segar dalam perburuan pelatih anyar setelah salah satu target utama mereka, Robbie Keane, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala pelatih Ferencvaros. Keputusan ini diumumkan oleh sejumlah media Hungaria dan dikonfirmasi oleh talkSPORT, menandai berakhirnya masa bakti Keane selama 18 bulan di klub raksasa Hungaria tersebut.
Keane, yang sebelumnya pernah menjadi asisten pelatih Leeds United, meninggalkan Ferencvaros dengan catatan prestasi yang mengesankan. Ia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga Hungaria di musim pertamanya, serta menjuarai Piala Hungaria (Magyar Kupa) musim ini. Tak hanya itu, Keane juga memimpin Ferencvaros melaju hingga babak 16 besar Liga Europa, sebelum akhirnya tersingkir oleh Braga. Meskipun kehilangan gelar liga musim ini dari ETO Gyor, performa timnya tetap kompetitif sepanjang musim.
Ketertarikan Crystal Palace terhadap Keane bukanlah hal baru. Sejak Februari lalu, klub asal London Selatan itu sudah memasukkan nama Keane dalam daftar kandidat pengganti Oliver Glasner, yang akan meninggalkan klub setelah final Conference League melawan Rayo Vallecano. Glasner sendiri dijadwalkan hengkang setelah laga pamungkas tersebut, meninggalkan kursi pelatih yang harus segera diisi.
Palace sebelumnya telah menjadikan Andoni Iraola sebagai target utama, namun pelatih Bournemouth itu dua kali menolak tawaran dan kini juga diminati Bayer Leverkusen. Sementara itu, Filipe Luis, mantan bek Chelsea dan Atletico Madrid, juga telah melakukan pembicaraan dengan manajemen Palace. Namun, belum ada satu pun nama yang dikonfirmasi, dan waktu terus berjalan.
Keane bukan tanpa pesaing. Celtic dikabarkan sangat berminat membawanya kembali ke Parkhead, tempat ia pernah mencetak 12 gol dalam 16 penampilan selama masa pinjaman yang legendaris pada 2010. Slovan Bratislava juga menyatakan ketertarikan. Namun, Crystal Palace memiliki keunggulan berupa daya tarik Premier League, potensi bermain di kompetisi Eropa, serta sumber daya klub yang sedang dalam tren positif.
Keputusan akhir Keane kemungkinan besar akan bergantung pada klub mana yang bergerak paling cepat. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang solid, Keane menjadi kandidat ideal bagi Palace yang membutuhkan sosok pelatih berpengalaman di level Eropa sekaligus mampu mengembangkan pemain muda dan membangun identitas permainan yang jelas.



